Tekanan Eksternal mempengaruhi Dinamika Organisasi Terhadap Pergeseran Akuntabilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Hafidz Musyaffa Arifandi, Drs. Yuyun Purbokusumo, M.Si., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian ini mengkaji pergeseran akuntabilitas yang
mengarah kepada disfungsi akuntabilitas di KPK sebagai dampak dari tekanan
eksternal yang masif mempengaruhi dinamika organisasi. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menganalisis bagaimana tekanan eksternal tersebut memengaruhi
dinamika internal organisasi dan menyebabkan pergeseran paradigma akuntabilitas
di KPK. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus, data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan narasumber internal KPK dan
analisis dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan
eksternal dari aspek politik-legislasi, hukum-administratif, serta sosial telah
secara fundamental mengubah dinamika internal KPK. Dinamika ini terciptanya
Dewas, perubahan status pegawai, dan pergeseran budaya kerja. Dampak utamanya
adalah terjadinya pergeseran akuntabilitas yang mengarah kepada disfungsi
akuntabilitas, yang ditandai oleh dua fenomena sentral. Pertama, pergeseran
paradigma dari akuntabilitas produk (diukur dari efektivitas pemberantasan
korupsi seperti Operasi Tangkap Tangan) ke akuntabilitas prosedural (diukur
dari kepatuhan terhadap prosedur dan perizinan Dewas). Kedua, pergeseran forum
akuntabilitas utama dari yang bersifat horizontal (kepada publik) menjadi vertikal
(kepada Presiden dan DPR). Penelitian ini menyimpulkan bahwa KPK kini berada
dalam kondisi "akuntabilitas yang mengambang", di mana lembaga tampak
akuntabel secara prosedural di hadapan forum politik, namun kinerjanya dinilai
menurun dan tidak efektif di mata publik. Pengejaran legitimasi hukum dan
kepatuhan prosedural telah mengorbankan mandat utama KPK yang pada akhirnya
melemahkan efektivitas pemberantasan korupsi.
Kata Kunci: Disfungsi Akuntabilitas, KPK, Tekanan
Eksternal, Dinamika Organisasi, Akuntabilitas Prosedural, Dewan Pengawas
This study examines the shift in accountability
leading to accountability dysfunction within the Corruption Eradication
Commission (KPK) as a result of massive external pressures affecting
organizational dynamics. The purpose of this study is to analyze how these
external pressures influence internal organizational dynamics and lead to a
paradigm shift in accountability within the KPK. Using a qualitative case study
approach, data was collected through in-depth interviews with internal KPK
sources and analysis of relevant documents. The results indicate that external
pressures from political-legislative, legal-administrative, and social
perspectives have fundamentally altered the internal dynamics of the KPK. These
dynamics include the creation of the Supervisory Board (Dewan Supervisory
Agency), changes in employee status, and shifts in work culture. The primary
impact is a shift in accountability leading to accountability dysfunction,
characterized by two central phenomena. First, a paradigm shift from product
accountability (measured by the effectiveness of corruption eradication efforts
such as sting operations) to procedural accountability (measured by compliance
with Supervisory Board procedures and permits). Second, a shift in the primary
accountability forum from horizontal (to the public) to vertical (to the
President and the House of Representatives). This study concludes that the
Corruption Eradication Commission (KPK) is currently experiencing a state of
"floating accountability," where the institution appears procedurally
accountable to political forums, but its performance is deemed declining and
ineffective by the public. The pursuit of legal legitimacy and procedural
compliance has compromised the KPK's primary mandate, ultimately weakening its
effectiveness in eradicating corruption. Keywords:
Accountability Dysfunction, KPK, External Pressure, Organizational Dynamics,
Procedural Accountability, Supervisory BoardAbstract
Kata Kunci : : Disfungsi Akuntabilitas, KPK, Tekanan Eksternal, Dinamika Organisasi, Akuntabilitas Prosedural, Dewan Pengawas