Laporkan Masalah

Pemanfaatan Citra Landsat 7 ETM + multi waktu untuk penentuan prioritas wilayah pendataan objek pajak :: Studi kasus di wilayah pelayanan PBB Bogor

ISRIANTO, Ir. Prijono Nugroho, MS.Ph

2005 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Daerah yang belum di data di Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan cukup banyak karena keterbatasan tenaga, waktu dan biaya. Hal ini menyebabkan perlunya dilakukan pemilihan daerah yang akan di data tersebut. Saat ini pemilihan daerah yang akan didata masih bersifat subjektif karena tidak memiliki data pendukung yang cukup untuk menentukan daerah yang diprioritaskan terlebih dahulu untuk didata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kawasan pemukiman dengan memanfaatkan citra Landsat 7 ETM + tahun 2001 dan tahun 2003 sebagai sumber informasi dan bahan pertimbangan dalam menentukan daerah yang dijadikan prioritas wilayah pendataan. Tahapan pelaksanaan dalam penelitian ini terdiri dari pengolahan citra digital, detekasi perubahan kawasan pemukiman dan penentuan prioritas wilayah pendataan objek pajak. Proses pengolahan citra digital meliputi koreksi radiometrik, koreksi geometrik, citra komposit warna, penajaman citra dan klasifikasi citra. Untuk melihat perubahan kawasan pemukiman digunakan metode perbandingan klasifikasi. Penentuan prioritas wilayah pendataan objek pajak dilakukan dengan Metode Perbandingan Eksponensial dengan dua faktor yang berpengaruh yaitu faktor potensi Pajak Bumi dan Bangunan serta faktor perkembangan wilayah. Dari hasil proses pengolahan citra Landsat ETM+ tahun 2001 dan tahun 2003 maka terlihat adanya perubahan kawasan non pemukiman menjadi kawasan pemukiman sebesar 6.553.777 m2 (5.80%). Kemudian terdapat 63 kelurahan (92.64%) di Kota Bogor yang mengalami peningkatan kawasan pemukiman. Dari perhitungan dengan menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial dihasilkan kelurahan yang paling tinggi nilainya adalah Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Cibuluh, Kelurahan Babakan, Kelurahan Bantarjati dan Kelurahan Tegallega, sehingga kelurahan tersebut direkomendasikan untuk dilakukan pendataan objek pajak.

Data about areas within KPPBB (Local Land and Building Tax Service Office) have not been recorded properly because of the limited human, times and financial resources. This has led to the need for selecting area which will be given higher priority in data collection. To date, selection the priority areas has been subjectively determined by KPPBB because of the lack of supporting data. The purpose of this research is to know urban land cover changes in Bogor by using multi temporal Landsat 7 ETM + imagery in 2001 and 2003 times periode. This information will be used to determine the priority areas for data collection conducted by KPPBB Bogor. The research activities include the digital image processing, change detection of urban area and determination of area priority for data collection. The processing of Landsat 7 ETM + imagery includes radiometric correction, geometric correction, colour composites, image enhancement and image classification. The classification comparison method was used to detect the change in urban area. The exponential comparisson method was used to determine the priority of area collection. The result shows that there changes in land cover in which the changes of non urban to urban area covers 6.553.777 m2 (5.80%). There are 63 (92.64%) districts urban areas in Bogor that high settlement/housing. The use of the exponential comparison method shows that Baranangsiang, Cibuluh, Babakan, Bantarjati, Tegallega have high values so that they are recomended to be set as priority areas.

Kata Kunci : Landsat 7 ETM +, pemukiman, pendataan objek pajak, urban, data collection priority


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.