Tanggapan Hasil dan Mutu Tiga Genotipe Teh (Camellia sinensis L.) terhadap Pemupukan NPK di Afdeling Pagilaran, PT Pagilaran
Minez Kurnia Pratami, Taufan Alam, S. P., M. Sc. ; Prof. Dr. Ir. Taryono, M. Sc.
2025 | Skripsi | AGRONOMI
Teh merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran cukup penting di Indonesia. Teh juga merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Namun, produksi teh di Indonesia masih sedikit sehingga diperlukan usaha untuk meningkatkan produktivitas teh salah satunya dengan melakukan pemupukan menggunakan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan pertumbuhan dan hasil teh klon GMB 7, TRI 2025, dan biji pada Afdeling Pagilaran. Penelitian dilakukan di Afdeling Pagilaran, PT Pagilaran Unit Produksi Pagilaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada bulan November – Maret 2025. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pemupukan NPK 0 g/perdu, 50 g/ perdu, 100 g/ perdu, dan 150 g/ perdu atau setara dengan 0 ton/ha, 0,5 ton/ha, 1 ton/ha, dan 1,5 ton/ha. Faktor kedua yaitu bahan tanam teh yang terdiri atas GMB 7, TRI 2025, dan biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pemupukan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, hasil, dan mutu hasil. Namun, bahan tanam memberikan pengaruh terhadap variabel pertumbuhan, hasil, dan mutu hasil. Klon GMB 7 memiliki produktivitas tertinggi dibandingkan dengan dua klon TRI 2025 dan biji.
Tea is
a plantation commodity that plays a significant role in Indonesia. It is also
one of Indonesia's export commodities, earning foreign exchange alongside oil
and gas. However, tea production in Indonesia is still low, necessitating
efforts to increase tea productivity, one of which is through NPK fertilizer
application. This study aims to determine the growth and yield responses of GMB
7, TRI 2025, and seed planting material in the Pagilaran Division. The study
was conducted at the Pagilaran Division, Pagilaran Production Unit, PT
Pagilaran, Batang Regency, Central Java in November - March 2025. The
experimental design used a two-factor Complete Randomized Block Design. The
first factor is the NPK fertilizer dose of 0 g/bush, 50 g/bush, 100 g/bush, and
150 g/bush or equivalent to 0 tons/ha, 0,5 tons/ha, 1 ton/ha, and 1,5 tons/ha.
The second factor is the tea planting material consisting of GMB 7, TRI 2025,
and seeds. The results of the study showed that the fertilizer dose did not
affect growth, yield, and yield quality. However, planting materials affected
the variables of growth, yield, and yield quality. GMB 7 clone had the highest
productivity compared to TRI 2025 clone and seeds.
Kata Kunci : klon teh, NPK, pemupukan, hasil pucuk teh, katekin