Laporkan Masalah

Optimalisasi NPK dengan Kombinasi Biochar Bubur Sampah dan Biochar Sekam Padi untuk Meningkatkan Produktivitas Jagung Manis (Zea mays) di Inceptisol Rawalo, Banyumas

Sukma Imanda Salsabila, Prof. Dr. rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc.;Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P.

2025 | Skripsi | ILMU TANAH

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi biochar bubur sampah dan biochar sekam padi dengan dosis pupuk NPK berbeda terhadap sifat kimia tanah dan produktivitas jagung manis (Zea mays) pada Inceptisol Rawalo, Banyumas. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian Desa Rawalo, Kabupaten Banyumas, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas kombinasi biochar bubur sampah (BBS) dan biochar sekam padi (BSP) masing-masing pada dosis 10 ton/ha dan 5 ton/ha dengan dosis pupuk NPK 50?n 75%. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, KPK, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, serta tinggi tanaman, berat tongkol, berat kering, tingkat kemanisan, dan produktivitas jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi BBS 10 ton/ha + NPK 50% (K1) memberikan peningkatan paling signifikan terhadap pH tanah, kapasitas tukar kation, serta serapan unsur hara makro tanaman. Perlakuan ini juga menghasilkan produktivitas jagung manis tertinggi sebesar 2,11 ton/ha, meningkat dibandingkan kontrol (pupuk kimia 100%) sebesar 0,80 ton/ha. Kombinasi biochar bubur sampah dan sekam padi juga mampu mempertahankan ketersediaan hara dan memperbaiki kesuburan tanah masam pada Inceptisol. Dengan demikian, integrasi biochar dan pupuk kimia dapat menjadi strategi efisien dalam meningkatkan produktivitas jagung manis sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan di lahan marginal. 

This research aimed to determine the effect of combining waste pulp biochar and rice husk biochar with different NPK fertilizer rates on soil chemical properties and sweet corn (Zea mays productivity in Inceptisol, Rawalo, Banyumas. The experiment was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with nine treatments and three replications. Treatments consisted of combinations of waste pulp biochar (BBS) and rice husk biochar (BSP) at various ratios (10 ton/ha and 5 ton/ha) combined with 50% and 75% NPK fertilizer rates. Observed parameters included soil pH, cation exchange capacity (CEC), organic carbon, total nitrogen, available phosphorus, exchangeable potassium, and plant growth and yield parameters such as plant height, ear weight, dry weight, sweetness level, and productivity. The results showed that the combination of BBS 10 ton/ha + 50% NPK (K1) significantly improved soil pH, CEC, and macronutrient uptake by plants. This treatment produced the highest sweet corn yield of 2.11 tons/ha, compared to 0.80 tons/ha in the control (100% chemical fertilizer). The combination of waste pulp and rice husk biochar also enhanced nutrient availability and ameliorated soil acidity in Inceptisol. Therefore, integrating biochar with chemical fertilizers offers an efficient approach to increase sweet corn productivity and promote sustainable agriculture on marginal lands. 

Kata Kunci : biochar, bubur sampah, sekam padi, NPK, jagung manis, Inceptisol

  1. S1-2025-481781-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481781-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481781-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481781-title.pdf