Analisis Filosofis Situasi Batas Karl Jaspers dalam Novel To Live Karya Yu Hua
BERLINDA ANDINI SISILIA, Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum.; Drs. Budisutrisna, M.Hum.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Penelitian yang berjudul Analisis Filosofis Situasi Batas Karl Jaspers dalam Novel To Live Karya Yu Hua dilatarbelakangi oleh pembacaan atas pengalaman eksistensial manusia yang digambarkan melalui karya sastra. Novel To Live karya Yu Hua merepresentasikan kehidupan manusia yang dipenuhi oleh penderitaan, kehilangan, rasa bersalah, dan perjuangan. Tokoh utama, Xu Fugui, mengalami berbagai tragedi hidup dalam konteks sejarah Tiongkok abad ke-20 yang mengguncang eksistensinya. Dalam pandangan Karl Jaspers, pengalaman semacam ini disebut sebagai situasi batas, yakni kondisi yang tidak dapat dihindari dan menjadi momen penting bagi manusia untuk menyadari keberadaannya dan membangun relasi dengan Transendensi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan serta menggunakan pendekatan deskriptif-filosofis. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui penelusuran pustaka, yaitu novel To Live karya Yu Hua dan buku Philosophy Vol. 2 karya Karl Jaspers, serta tulisan-tulisan yang berkaitan dengan novel To Live dan filsafat eksistensi Karl Jaspers. Penelitian ini menggunakan beberapa unsur metodis filosofis, yaitu: (1)Interpretasi; (2) Kesinambungan historis; (3) Deskripsi; dan (4) Refleksi kritis. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Tokoh Xu Fugui mengalami empat bentuk situasi batas dalam hidupnya, yaitu kematian, penderitaan, perjuangan, dan rasa bersalah; (2) Meskipun tidak mampu menghindari kenyataan yang tragis, Fugui tetap memilih untuk bertahan hidup dan merespons setiap keterbatasan dengan cara yang eksistensial; (3) Melalui respons terhadap situasi batas, Fugui menunjukkan adanya upaya untuk melampaui penderitaan dan menemukan makna hidup yang lebih dalam sesuai dengan pemikiran Karl Jaspers.
The research entitled A Philosophical Analysis of Karl Jaspers’ Limit Situation in Yu Hua’s Novel To Live is motivated by a reading of human existential experiences depicted through literary works. Yu Hua's To Live novel represents human life filled with suffering, loss, guilt, and struggle. The main character, Xu Fugui, experiences various life tragedies in the context of 20th-century Chinese history that shake his existence. In Karl Jaspers' view, this kind of experience is called a boundary situation, namely a condition that cannot be avoided and becomes an important moment for humans to realize their existence and build a relationship with Transcendence. This research is a qualitative research with a type of literature study and uses a descriptive-philosophical approach. The data sources in this study were obtained through literature searches, namely Yu Hua's To Live novel and Karl Jaspers' Philosophy Vol. 2 book, as well as writings related to the To Live novel and Karl Jaspers' philosophy of existence. This research uses several philosophical methodological elements, namely: (1) ) Interpretation; (2) Historical continuity; (3) Description; and (4) Critical reflection. The results achieved in this study are as follows: (1) The character Xu Fugui experiences four forms of boundary situations in his life, namely death, suffering, struggle, and guilt; (2) Although unable to avoid the tragic reality, Fugui still chooses to survive and responds to every limitation in an existential way; (3) Through responses to boundary situations, Fugui shows an effort to transcend suffering and find a deeper meaning in life, in accordance with the thoughts of Karl Jaspers.
Kata Kunci : Eksistensi, Situasi batas, Kematian, Penderitaan, Perjuangan, Rasa bersalah