Laporkan Masalah

Perencanaan Koridor Jalan Pasar Kembang–Jalan Jlagran Lor, Kota Yogyakarta melalui Pendekatan Urban Livable Street dan Neighborhood Transit Oriented

Abdul Kohar, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Koridor Jalan Pasar Kembang-Jalan Jlagran Lor merupakan jalan kolektor sekunder yang berada di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di blok Malioboro. Koridor jalan ini berada pada kawasan aglomerasi dari berbagai simpul aktivitas masyarakat. Posisinya yang bersebelahan dengan Stasiun Tugu Yogyakarta dan Jalan Malioboro menjadikan koridor berfungsi sebagai bagian dari kawasan pelayanan Kota Yogyakarta. Keberadaan Kampung Sosrowijayan yang ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya sekaligus dikenal sebagai kawasan kampung turis dengan seribu penginapan semakin menguatkan fungsi penting koridor jalan ini.  Kegiatan di sepanjang koridor jalan cukup beragam dengan karakteristik umum berupa kegiatan komersil jasa dan perdagangan.
Berbagai simpul aktivitas masyarakat di sepanjang koridor Jalan Pasar Kembang-Jalan Jlagran Lor memberikan beban yang lebih besar. Hal tersebut terlihat dengan tingginya mobilitas masyarakat, hingga fisik kawasan yang berkembang secara pesat di sepanjang koridor jalan. Tingginya beban yang diterima mengakibatkan munculnya permasalahan, di antaranya aksesibilitas yang kurang baik, prasarana tidak sesuai standar, tata bangunan tidak terkontrol, hingga realisasi perencanaan yang terganggu. Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, diperlukan perencanaan dan penataan terhadap koridor Jalan Pasar Kembang-Jalan Jlagran Lor dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan, keamanan dan mengembalikan keberlanjutan pembangunan yang sesuai dengan peraturan, serta dapat memberikan dampak positif pada perekonomian.
Perencanaan melalui pendekatan urban street, livable street serta neighborhood transit oriented digunakan sebagai dasar perencanaan koridor Jalan Pasar Kembang-Jalan Jlagran Lor dengan proses adaptasi menyesuaikan dengan karakteristik koridor yang termasuk dalam commercial street dan multicultural street. Perencanaan dirumuskan melalui pendekatan Soft System Methodology (SSM) dengan harapan dapat menyelesaikan permasalahan serta mengembangkan potensi yang dimiliki kawasan. Proses perencanaan terbagi dalam tahap peninjauan literatur konsep perencanaan, pembentukan model konsep ideal, penentuan dan pemilihan alternatif rencana, serta pembentukan rencana dan visualisasi hasil rencana dari Koridor Jalan Pasar Kembang-Jalan Jlagran Lor.

The street corridor of Pasar Kembang-Jlagran Lor is a secondary collector road located in the center of Yogyakarta, specifically in the Malioboro block. This street corridor is located in the agglomeration area of various community activities. The location of the street is near to Tugu Yogyakarta Station and Malioboro Street makes the corridor fungtion as part of the Yogyakarta City service area. The existence of Sosrowijayan Village, designated as a cultural heritage area and known as a tourist village with a thousand accommodations, further strengthens this street corridors important fungtion. Activities along the street corridor are quite diverse, with common characteristics being commercial services and trade.

The various community activities nodes along the street corridor of Pasar Kembang-Jlagran Lor gives a greater burden. This is evident in the high mobility of population and the rapid physical development of the area along the street corridor. This high burden has resulted in problems, including poor accessibility, substandard infrastructure, uncontrolled building layouts, and disrupted planning implementation. The address these issues, required a planning and development on the Pasar Kembang-Jlagran Lor street corridor to improve accessibility, comfort, safety, and restore development sustainability buil ton regulations, and also gives a possitive impact on the economic ecosystem.

Planning using an urban street, livable street, and neighborhood transit oriented approach is used as the basis for the Pasar Kembang-Jlagran Lor street corridor with adjustments bases on the characteristics of the corridor which is commercial and multicultural street. The planning process is formulated using the Soft System Methodology (SSM) approach, hoping to resolve issues and developed the areas potential. The planning process is divided into a literature review of the planning concepts, the development of an ideal concept, the determination and selection of alternative plans, and the development and visualization of the resulting plan for the Pasar Kembang-Jlagran Lor street corridor.

Kata Kunci : Perencanaan, Koridor, Jalan, Urban Street, Livable Street, Neighborhood Transit Oriented

  1. S1-2025-428562-abstract.pdf  
  2. S1-2025-428562-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-428562-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-428562-title.pdf