Penerapan Prinsip Ultimum Remedium dalam Pemberantasan Rokok Ilegal oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Muhammad Fahrezi Ranindyasa, Dr. Sigid Riyanto, S.H., M.Si.
2025 | Skripsi | ILMU HUKUM
Penulisan Hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis problematika penerapan Prinsip Ultimum Remedium dalam pemberantasan rokok ilegal oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menelaah secara rinci berbagai bentuk solusi yang dirancang dan akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam rangka mengatasi permasalahan yang timbul dari penerapan prinsip tersebut.
Jenis penelitian dalam Penulisan Hukum ini ialah empiris-normatif dengan menganalisis dan memadukan data primer yang diperoleh melalui wawancara di lapangan bersama responden dan narasumber dengan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif.
Kesimpulan pada penelitian ini dibagi menjadi 2 (dua). Pertama, hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Prinsip Ultimum Remedium dalam pemberantasan rokok ilegal oleh DJBC masih menghadapi kendala-kendala dari aspek substansi hukum, struktur hukum, dan juga budaya hukum. Meski demikian, sejak diberlakukan pada 2023, prinsip ini telah sejalan dengan tujuan pemulihan fiskal, tercermin dari peningkatan penerimaan negara melalui sanksi administratif hingga 2024. Kedua, untuk mengoptimalkan penerapannya, DJBC mempersiapkan langkah-langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi, serta langkah represif melalui kerja sama lintas lembaga. Selain itu, hasil penelitian ini turut merumuskan sejumlah rekomendasi solusi yang dapat diimplementasikan oleh DJBC, dengan mempertimbangkan perspektif dari narasumber.
This legal writing aims to identify and analyze the problems arising from the implementation of the Ultimum Remedium Principle in combating illegal cigarettes by the Directorate General of Customs and Excise (DJBC). In addition, this research also seeks to examine in detail the various solutions designed and to be implemented by DJBC in addressing the issues that emerge from the application of this principle.
The type of research used in this legal writing is empirical-normative by analyzing and combining primary data obtained through field interviews with respondents and resource persons, together with secondary data obtained from literature studies. The data collected in this study were analyzed using qualitative analysis methods.
The conclusions of this study are divided into two parts. First, the results of the study show that the application of the Ultimum Remedium Principle in combating illegal cigarettes by the DJBC still faces obstacles in terms of legal substance, legal structure, and legal culture. However, since its implementation in 2023, this principle has been in line with the goal of fiscal recovery, as reflected inthe increase in state revenue through administrative sanctions until 2024. Second, to optimize its implementation, the DJBC is preparing preventive measures through socialization and education, as well as repressive measures through inter-agencycooperation. In addition, this research also formulates a number of recommended solutions that can be implemented by the DJBC, taking into account the perspectives of the sources.
Kata Kunci : Rokok Ilegal, Ultimum Remedium, DJBC, Cukai