Laporkan Masalah

Memahami Kebangkitan Populisme di Indonesia melalui Kerangka Lokalisasi Norma Internasional: Studi Kasus Pemilihan Presiden Indonesia 2024

Raditya Putra Satria, Dr. Randy Wirasta Nandyatama, S.I.P., M.Sc.

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Kajian ini menganalisis peran mekanisme lokalisasi norma internasional yang dikemukakan oleh Amitav Acharya dalam kebangkitan populisme di Indonesia dengan menyoroti dinamika pada Pemilihan Presiden Indonesia tahun 2024. Populisme pada hakikatnya merupakan sebuah fenomena transnasional karena sarat akan dinamika norma di dalam prosesnya. Kendati demikian, masih sedikit jumlah peneliti yang berupaya untuk menilik fenomena kebangkitan populisme global melalui kacamata tersebut. Dengan menggunakan metode studi kasus, kajian ini penulis akan berupaya untuk menelusuri bagaimana populisme global diadaptasi, dimodifikasi, dan dilegitimasi oleh aktor-aktor politik domestik Indonesia dalam Pilpres Indonesia tahun 2024. Dengan memandang populisme sebagai sebuah strategi, hasil penelitian menunjukkan bahwa populisme di Pilpres 2024 tidak sekadar mengimpor populisme internasional, melainkan melokalisasinya melalui tiga mekanisme utama: (1) cognitive priors; (2) local agents; serta (3) congruence building. Hasil dari penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan dan normalisasi populisme dalam politik elektoral Indonesia kontemporer merupakan hasil dari antara interaksi dinamis antara norma global dan struktur sosial-politik lokal sehingga membuktikan bahwa populisme merupakan sebuah fenomena transnasional. 

This study analyzes the role of the mechanism of localization of international norms coined by Amitav Acharya in the rise of populism in Indonesia by highlighting the dynamics of the 2024 Indonesian Presidential Election. Populism is essentially a transnational phenomenon because it is rich in normative dynamics within its process. Nevertheless, there are still few attempts to examine the phenomenon of the global rise of populism through that lens. Using the case study method, this research will attempt to trace how global populism is adapted, modified, and legitimized by domestic political actors in Indonesia's 2024 presidential election. By viewing populism as a strategy, the research shows that populism in the 2024 presidential election is not merely importing international populist but localizing them through three main mechanisms: (1) cognitive priors; (2) local agents; and (3) congruence building. The results of this study also found that the success and normalization of populism in contemporary Indonesian electoral politics are the result of the dynamic interaction between global norms and local socio-political structures, thereby proving that populism is a transnational phenomenon.


Kata Kunci : populisme, transnasional, lokalisasi norma internasional, Pemilihan Presiden Indonesia 2024, Indonesia.

  1. S1-2025-477910-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477910-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477910-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477910-title.pdf