HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN STATUS GIZI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS (GGK) YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS (HD) DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) DR. SARDJITO
Natasya Aulia, Dr. dr. Probosuseno, SpPD., K-Ger., SE., MM., AIFO-K; Riani Witaningrum, S.Gz., M.Sc., Dietisien
2025 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar Belakang: Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan kondisi kerusakan pada struktur anatomi dan fungsi organ ginjal yang berlangsung minimal 3 bulan yang ditandai dengan penurunan laju glomerulus filtrate rate (GFR) <60>self-esteem. Pengukuran tingkat self-esteem merupakan indikator yang efektif dalam mendeteksi kualitas hidup karena berpengaruh terhadap status gizi dan kondisi malnutrisi pasien GGK. Penelitian mengenai hubungan self-esteem dan status gizi pada pasien GGK yang menjalani HD belum banyak dilakukan di Indonesia.
Tujuan: Mengetahui tingkat self-esteem dan hubungannya dengan status gizi pasien GGK yang menjalani terapi HD di RSUP Dr. Sardjito.
Metode: Sejumlah 97 pasien GGK yang menjalani terapi HD pada bulan April hingga Mei 2025 disertakan dalam penelitian cross-sectional ini. Tingkat self-esteem diukur dengan kuesioner Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan status gizi diukur berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar lengan atas (LILA). Uji statistik untuk menilai hubungan antar variabel menggunakan Spearman Rank Correlation yang diolah dengan software SPSS.
Hasil: Sebagian besar responden penelitian memiliki tingkat self-esteem yang tinggi dengan jumlah 84 orang (86,6%) dan IMT kurang dengan jumlah 52 responden (53,61%), serta LILA yang baik dengan jumlah 78 orang (80,41%). Analisis Spearman Rank Correlation menghasilkan tidak terdapat hubungan antara self-esteem dengan IMT (p > 0,05; ?=0,064) dan juga LILA (p > 0,05; ?=0,122).
Kesimpulan: Penelitian menemukan hubungan yang tidak signifikan antara self-esteem dengan IMT dan LILA. Variabel pendidikan terakhir terapi merupakan variabel yang paling mempengaruhi hubungan self-esteem dan IMT (p= 0,285). Di sisi lain, variabel jenis kelamin merupakan variabel yang paling mempengaruhi hubungan self-esteem dan LILA (p= 0,112).
Background: Chronic kidney disease (CKD) is a condition characterized by structural and functional damage of the kidneys lasting for at least three months, marked by a decreased glomerular filtration rate (GFR) of <60>
Objective: To determine the level of self-esteem and its relationship with nutritional status in CKD patients undergoing HD at RSUP Dr. Sardjito.
Methods: This cross-sectional study involved a total of 97 CKD patients undergoing HD at Dr. Sardjito General Hospital. Data collection was conducted from April 20 to May 6, 2025. Self-esteem was measured using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), while nutritional status was assessed using body mass index (BMI) and mid-upper arm circumference (MUAC). Statistical analysis was performed using Spearman Rank Correlation with SPSS software.
Result: Most respondents in this study had a high level of self-esteem, totaling 84 individuals (86.6%), a low BMI in 52 individuals (53.61%), and adequate MUAC in 78 individuals (80.41%). The analysis revealed no significant relationship between self-esteem and BMI, with a very weak correlation (p>0.05; ?=0.064). Similarly, no significant relationship was found between self-esteem and MUAC, with a very weak correlation (p>0.05; ?=0.122).
Conclusion: The study revealed no statistically significant association between self-esteem and either BMI or MUAC. Nevertheless, duration of therapy appeared to exert the greatest influence on the relationship between self-esteem and BMI (p = 0.062). Conversely, sex was identified as the variable exerting the greatest influence on the relationship between self-esteem and MUAC (p = 0.777).
Kata Kunci : Gagal ginjal kronis, Hemodialisis, Self-esteem, Status gizi, Indeks massa tubuh, Lingkar lengan atas