Laporkan Masalah

Analisis Imbangan Air Irigasi Dengan Model Deterministik Menggunakan Arcswat Di Daerah Irigasi Kedung Putri, Purworejo

Izmu Karsa Jaya, Hanggar Ganara Mawandha, S.T., M.Eng., Ph.D.; Muhamad Khoiru Zaki, S.P., M.P., Ph.D., IPM.

2025 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis imbangan air pada lahan sawah irigasi di Daerah Irigasi Kedung Putri, Kabupaten Purworejo, menggunakan model ArcSWAT. Model ini dipilih karena kemampuannya dalam mensimulasikan proses hidrologi secara spasial maupun temporal, serta mengevaluasi ketersediaan air dan kebutuhan irigasi. Analisis dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi pengolahan data iklim, tanah, tata guna lahan, dan jaringan irigasi sebagai input model. Kalibrasi dan validasi dilakukan untuk menilai kinerja model, dengan fokus pada parameter sensitif seperti Curve Number (CN2), kapasitas simpan air tanah (SOL_AWC), dan konduktivitas hidrolik jenuh (SOL_K). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CN2 merupakan parameter paling sensitif dalam mempengaruhi simulasi debit, diikuti oleh SOL_AWC dan SOL_K. Evaluasi kinerja model memperlihatkan adanya korelasi yang cukup baik antara debit simulasi dan debit observasi, meskipun terdapat penyimpangan pada kondisi puncak aliran dan baseflow. Perbandingan antara kebutuhan air irigasi terukur dengan hasil simulasi menunjukkan bahwa model cenderung mengestimasi kebutuhan air lebih rendah dibandingkan kondisi aktual, yang berpotensi menimbulkan defisit pada periode tertentu, sementara pada periode lain terdeteksi adanya kelebihan suplai. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa model ArcSWAT cukup representatif untuk menganalisis imbangan air di lahan sawah irigasi. Hasil simulasi yang diperoleh dapat memberikan masukan penting bagi perencanaan dan pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien dan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi dinamika ketersediaan air dan kebutuhan irigasi di DI Kedung Putri.

This study aims to analyze the water balance in irrigated rice fields within the Kedung Putri Irrigation Area, Purworejo Regency, using the ArcSWAT model. The model was selected due to its capability to simulate hydrological processes both spatially and temporally, as well as to evaluate water availability and irrigation requirements. The analysis involved several stages, including the processing of climate, soil, land use, and irrigation network data as model inputs. Calibration and validation were carried out to assess model performance, with a particular focus on sensitive parameters such as Curve Number (CN2), soil available water capacity (SOL_AWC), and saturated hydraulic conductivity (SOL_K). The results indicate that CN2 is the most sensitive parameter affecting discharge simulation, followed by SOL_AWC and SOL_K. Model performance evaluation revealed a reasonably good correlation between simulated and observed discharge, although deviations were observed in peak flow and baseflow conditions. Comparison between observed and modeled irrigation water requirements showed that the model tends to underestimate actual field conditions, which may lead to potential water deficits during certain periods, while in other periods an oversupply was detected. Overall, this study highlights that the ArcSWAT model is sufficiently representative for analyzing water balance in irrigated rice fields. The simulation results provide valuable insights for planning and managing water resources more efficiently and sustainably, particularly in addressing the dynamics of water availability and irrigation demand in the Kedung Putri Irrigation Area.

Kata Kunci : ArcSWAT, imbangan air, kebutuhan air irigasi, ketersediaan air, lahan sawah irigasi

  1. S1-2025-482669-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482669-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482669-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482669-title.pdf