Keselarasan penggunaan lahan hasil interpretasi foto udara dalam kaitannya dan keselamatan operasi penerbangan
Widaryono Budi Riyanto, Prof. Dr. Sutanto; Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
1997 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHSecara timbalbalik dapat terjadi saling mempengaruhi antara penggunaan lahan dengan keselamatan penerbangan. Penggunaan lahan dapat mengganggu keselamatan penerbangan dan kecelakaan penerbangan akan merugikan penggunaan lahan di sekitar bandar udara. Untuk lebih menjamin keselamatan penerbangan dan masyarakat di sekitar bandar udara, maka dibuatlah suatu kawasan yang diatur penggunaan lahan dan ketinggian bangunannya. Kawasan yang diatur itu tercakup dalam kawasan keselamatan operasi penerbangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketelitian inter- pretasi foto udara untuk memperoleh data bentuk penggunaan lahan dan data ketinggian bangunan, serta kaitannya dengan keselamatan operasi penerbangan. Daerah penelitian ialah Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta. Metode penelitiannya adalah metode penginderaan jauh dengan teknik interpretasi citra dengan pendekatan bentang darat, dan teknik fotogrametris serta kerja lapangan. Sumber data penelitian ialah foto udara pankromatik hitam putih berskala 1: 30000 tahun 1993 dan peta Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta tahun 1992. Cara perolehan datanya ialah dengan interpretasi citra menggunakan alat stereoskop cermin. Dari hasil interpretasi diperoleh data bentuk penggunaan lahan dan ketinggian bangunannya. Untuk lebih melengkapi data dilakukan kerja lapangan tahun 1996. Peta hasil interpretasi foto udara ditumpangsusunkan dengan peta kawasan keselamatan operasi penerbangan untuk mengetahui keselarasan penggunaan lahannya. Penggunaan lahan atau ketinggian bangunan yang dapat mengganggu operasi penerbangan dinyatakan sebagai penghalang dan tidak selaras terhadap keselamatan penerbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto udara dapat digunakan untuk memperoleh data bentuk penggunaan lahan dan ketinggian bangunan. Ketelitian hasil interpretasi untuk bentuk penggunaan lahan sebesar 90,32 %, serta untuk ketinggian bangunan terjadi kesalahan rata-rata sebesar 9,14 % daripada hasil pengukuran lapangan. Secara umum, penggunaan lahan dan ketinggian bangunan yang ada di sekitar Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta masih selaras terhadap keselamatan operasi penerbangan. Untuk yang berupa bangunan budaya terdapat beberapa objek yang dapat menjadi penghalang atau tidak selaras yaitu a. lahan permukiman b. lahan jasa c. lahan rekreasi seluas 0,14 km2. seluas 1,30 km2 seluas 0,08 km2 d. lahan perusahaan seluas 0,13 km2, seluruhnya seluas 1,65 km2, atau 1,2 % dari keseluruhan daerah penelitian.
-
Kata Kunci : Penggunaan lahan,Bandar udara Adisucipto,Keselamatan Penerbangan,Interpretasi Foto Udara,Berbah,Sleman,DIY