Pemetaan data hasil pelaksanaan program keluarga berencana di Indonesia dalam pelita III (1979/1980-1983/1984)
Widodo Edy Santoso, Drs. Sukwardjono
1985 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHCiri perilaku demografis yang kurang menguntungkan, merupakan hambatan dalam pelaksanaan pembangunan nesio- nal.Ciri-ciri tersebut meliputi jumlah dan tingkat per- tumbuhan penduduk yang relatif tinggi, struktur umur mu- da dan agihan penduduk yang tidak merata serta arus ur- banisasi yang besar. Leju pertumbuhan penduduk merupakan faktor terpenting dalen pertambahan jumlah penduduk. Oleh karena itu, perlu pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program kependudukan keluarga berencune. Tujuan penelitian ini, adalah menyajikan data hasil pelaksanaan program keluarga berencana di Indonesia da- Ian Pelita III (1979/1980-1983/1984). Penyajian data do- lam bentuk peta ini, bersifat penyajian informatif, so- dangkan peta dasar yang digunakan berskala 1:7.500.000 dengan batas administrasi propinsi.. Dete yang disajikan merupakan data sekunder, meli- puti pertumbuhan penduduk, jumlah pasangan usia subur, target dan pencapaian akseptor Keluarga Berencana, ciri- ciri akseptor Keluarga Berencana baru, akseptor Keluarga Berencana aktif menurut metode kontrasepsi, tingkat pre- valensi akseptor Keluarga Berencana aktif terhadap pa- sangan usia subur. Simbol-simbol yang digunakan, adalah "bar graph", "adjacent" dan "choropleth". Hasilnya berupa pete per tumbuhan penduduk Indonesia, peta jumlah pasangan usia subur, peta target dan pencapaian akseptor Keluarga Be- rencana peta ciri-ciri akseptor Keluarga Berencana ba- ru (terdiri dari empat peta), pete akseptor Keluarga Berencana aktif menurut metode kontrasepsi dan peta tingkat prevalensi akseptor Keluarga Berencana aktif terhadap pasangan usia subur (terdiri dari dua peta). Peta yang dihasilkan menunjukkan pencapaian eksep- tor Keluarge Berencana baru dan akseptor Keluarga Be- rencana aktif pada tiap propinsi, peda umuonya telah dapat melampaui target. Jumlah akseptor Keluarga Beren- cana baru dan aktif mengalami peningkatan selama kurun waktu tersebut. Tingkat prevalensi akseptor Keluarga Berencana terhadap pasangen usie subur terlihat mening- kat, dengan demikian fase tertinggi yang dapat dicapai oleh suatu propinsi baru pada fese IV. Secara keseluruh- en nampak, bahwa agihan data terbesar baik akseptor Ke- luarga Berencana baru maupun Keluarga Berencsne aktif mengelompok pada wilayah Jawa Bali, kemudian diikuti oleh wilayah luar Jawa Bali I den wilayah luar Jawa Bell II. Dengan melihat peta-peta yang dihasilkan dalam pe- nelitian ini, akan nampak seberapa jauh keberhasilan pelaksanaan progran Keluarga Berencana di Indonesia, yang mencakup tige dimensi penilaian yaitu dimensi perluasan Jangkauan, dimensi pembinaan dan dimensi pelembagaan.
-
Kata Kunci : Pemetaan,Keluarga berencana,Pelita III