Penggunaan lahan sawah untuk industri bata merah di kecamatan Banguntapan kabupaten Bantul
Wartono, Drs. St. M. Tohardi; Dra. Sunarpi Rilanto
1981 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANSetiap pertambahan penduduk menghendaki pertam- bahan rumah dan pertambahan berbagai fasilitas lainnya yang seimbang. Untuk membangun rumah atau gedung, bata merah masih sangat diperlukan, sehingga untuk menunjang kelancaran pembangunan, bata merah perlu tetap disediakan. Usaha petani menggunakan sebagian lahan sawahnya untuk industri bata merah, merupakan usaha menambah peng- hasilan mereka, karena akibat sempitnya pemilikan lahan sawah mereka, hasilnya tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Penelitian ini bertujuan mempelajari penggunaan lahan sawah untuk industri bata merah, ditinjau dari segi pendapatan dan dari segi kelestarian penggunaan lahan untuk sawah. Kecamatan Banguntapan yang terdiri dari delapan desa merupakan daerah penelitian. Untuk mengetahui besarnya pendapatan dan kelestarian penggunaan lahan untuk sawah bagi lahan sawah bekas industri bata merah, da ta diperoleh dari responden melalui wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan, yang kemudian diadakan pengecekan di lapang. Penelitian ini menggunakan metode sampling dan survey, sedang untuk analisa data digunakan analisa tabel dan metode statistik Z test. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari segi pendapatan, penggunaan lahan sawah untuk industri bata merah nyata dapat lebih menguntungkan dibanding untuk usaha tani (padi pabawija ). Sedang dari segi kelestarian peng gunaan lahan untuk sawah, lahan-lahan sawah bekas industri bata merah masih dapat digunakan untuk sawah kembali.
-
Kata Kunci : Penggunaan lahan,Industri Bata,Banguntapan,Bantul,DIY