Daya Serap Iodin Arang Aktif Cangkang Kemiri (Aleurites moluccanus (L.) Willd.) dengan Variasi Suhu dan Waktu Pemanasan dalam Proses Aktivasi Hybrid Berbasis Microwave Heating
Nina Amelia, Makbul Hajad, S.T.P., M.Eng., Ph.D. IPP., Prof. Dr. Ir. Bambang Purwantana, M.Agr.
2025 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN
Limbah cangkang kemiri (Aleurites moluccanus (L.)
Willd.) memiliki potensi sebagai bahan baku arang aktif karena kandungan
ligninnya yang tinggi. Penelitian ini menganalisis pengaruh suhu (600°C, 700°C,
800°C) dan waktu pemanasan (15, 30, 45 menit) terhadap daya serap iodin arang
aktif setelah proses aktivasi hybrid. Arang terlebih dahulu diaktivasi secara
kimia menggunakan larutan KOH 5M selama 24 jam, kemudian diaktivasi secara
fisika melalui microwave heating dengan variasi suhu dan waktu yang
telah ditentukan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dan dua arah
untuk mengevaluasi pengaruh suhu, waktu pemanasan, dan metode aktivasi terhadap
daya serap iodin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivasi hybrid pada suhu
700°C selama 15 menit menghasilkan daya serap iodin tertinggi (513,361 mg/g)
dengan luas permukaan spesifik sebesar 510,619 m²/g. Hasil uji ANOVA
menunjukkan bahwa waktu pemanasan serta interaksi antara suhu, waktu, dan
metode aktivasi berpengaruh signifikan terhadap daya serap iodin. Analisis
proksimat menunjukkan bahwa arang aktif dari limbah cangkang kemiri memiliki
kadar air 8,79%, kadar abu 16,166%, kadar zat terbang 16,105%, dan kadar karbon
terikat 59%.
Candlenut
shell waste (Aleurites moluccanus (L.) Willd.) has potential as a raw
material for activated charcoal due to its high lignin content. This study
analyzes the effect of temperature (600°C, 700°C, 800°C) and heating time (15,
30, 45 minutes) on the iodine adsorption capacity of activated charcoal after
the hybrid activation process. The charcoal was first chemically activated
using a 5M KOH solution for 24 hours, followed by physical activation through
microwave heating with the specified temperature and time variations. Data were
analyzed using one-way and two-way ANOVA to evaluate the effects of
temperature, heating time, and activation method on iodine adsorption capacity.
Results showed that hybrid activation at 700°C for 15 minutes produced the
highest iodine adsorption (513.361 mg/g) with a specific surface area of
510.619 m²/g. ANOVA results indicated that heating time and the interaction
between temperature, time, and activation method significantly influenced
iodine adsorption. Proximate analysis showed that activated charcoal from
candlenut shell waste contained 8.79% moisture, 16.166% ash, 16.105% volatile
matter, and 59% fixed carbon.
Kata Kunci : Arang aktif, metode hybrid, microwave heating, cangkang kemiri