Laporkan Masalah

Penerapan Linear Programming untuk Minimalisasi Biaya Persediaan Pupuk Subsidi di Kios XYZ

Dian Pertiwi, Dr. Agung Putra Pamungkas, S.T.P., M.Agr ; Dr. Wagiman, S.T.P., M.Si

2025 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Pertanian merupakan sektor vital dalam perekonomian Indonesia, dengan 

kontribusi sebesar 12,53% terhadap PDB pada tahun 2023. Salah satu faktor 

penentu keberhasilan sektor ini adalah pupuk. Pupuk merupakan penyedia unsur 

hara yang membantu meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Pupuk subsidi 

menjadi kebutuhan yang mendasar dan diandalkan oleh petani sehingga 

ketersediaan pupuk yang didistribusikan melalui kios menjadi faktor yang krusial. 

Namun, Kios XYZ di Bantul, Yogyakarta, sering mengalami kelebihan maupun 

kekurangan stok karena pemilik membuat estimasi berdasarkan intuisi manajerial 

usaha. 

Penelitian ini bertujuan meminimalkan biaya persediaan dengan penentuan 

persediaan pupuk subsidi menggunakan pemrograman linier. Penentuan persediaan 

dapat dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan jumlah pupuk yang dibutuhkan 

petani melalui peramalan permintaan produk. Permintaan pupuk diproyeksikan 

menggunakan metode Dekomposisi Aditif sebagai metode yang menghasilkan 

kesalahan peramalan terkecil dibandingkan metode peramalan deret waktu lainnya. 

Hasil peramalan digunakan sebagai input dalam pemrograman linier. 

Hasil simulasi menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu 

mengurangi risiko kelebihan stok. Total biaya persediaan minimum untuk Kios 

Pupuk XYZ adalah Rp 662.233.615. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi 

peramalan deret waktu dengan pemrograman linier dapat menjadi acuan awal atau 

alternatif dalam pengambilan keputusan pengadaan pupuk di tingkat kios. 


Agriculture is a vital sector in the Indonesian economy, contributing 

12.53% to GDP in 2023. One of the determining factors for the success of this 

sector is fertilizer. Fertilizer provides nutrients that help improve soil fertility and 

crop yields. Subsidized fertilizer is a basic need and is relied upon by farmers, so 

the availability of fertilizer distributed through kiosks is a crucial factor. However, 

Kios XYZ in Bantul, Yogyakarta, often experiences overstocks and understocks due 

to the owner makes estimates based on business managerial intuition. 

This study aims to minimize inventory costs by determining subsidized 

fertilizer inventory using linear programming. Inventory determination can be done 

by first determining the amount of fertilizer needed by farmers through product 

demand forecasting. Fertilizer demand projected using the Additive Decomposition 

method, which produces the smallest forecast error compared to other time series 

forecasting methods. The forecasting results are used as input in a linear 

programming. 

Simulation results showed the developed model was able to reduce the risk 

of overstocks. The total minimum inventory cost for XYZ Fertilizer Kiosk was Rp 

662.233.615. This finding confirms that the integration of time series forecasting 

with linear programming can be a baseline or alternative in fertilizer procurement 

decision making at the kiosk level. 

Kata Kunci : Linear Programming, Peramalan Time Series, Persediaan

  1. S1-2025-473562-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473562-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473562-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473562-title.pdf