Pengaruh Metode Pre-treatment terhadap Karakteristik dan Aktivitas Antioksidan Atsiri Kulit Lemon (Citrus limon L.)
Salma Serilda Reswara, Dr. Jumeri, S.T.P., M.Si; Arita Dewi Nugrahini, S.T.P., M.T., Ph.D.
2025 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
Buah lemon (Citrus limon L.) merupakan tanaman yang mengandung
senyawa bioaktif, seperti fenolik, karotenoid, vitamin A, C, B, asam sitrat serta
atsiri. Senyawa tersebut berpotensi sebagai antioksidan, antimikroba, antivirus dan
antiinflamasi, sehingga banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan dan
kosmetika. Tingginya penggunaan buah lemon memberikan dampak peningkatan
limbah kulit lemon yang menyumbang sekitar 309.678 ton/tahun. Disisi lain, kulit
lemon berpotensi untuk menghasilkan atsiri. Pembuatan atsiri memerlukan tahapan
yang tepat, salah satunya adalah pre-treatment. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk membandingkan variasi pre-treatment, dengan pengeringan sun drying dan
cabinet dryer serta ukuran simplisia 1 mesh, 18 mesh, dan 60 mesh terhadap atsiri
yang dihasilkan. Digunakan metode maserasi dengan pelarut etil asetat untuk
mengekstraksi atsiri, yang selanjutnya dianalisis untuk mengetahui rendemen,
karakteristik fisik (indeks bias, densitas, warna dan kenampakan), serta aktivitas
antioksidan. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, sementara uji
kualitatif metabolit sekunder dilakukan sebagai indikator adanya potensi
antioksidan tambahan. Atsiri yang dihasilkan memiliki aroma khas lemon yang
kurang segar dengan sedikit bau etil asetat. Warnanya kuning kecoklatan,
bertekstur kental, sulit bergerak ( tidak mobile), dan nilai indeks bias serta densitas
belum memenuhi standar ISO. Pengujian kualitatif metabolit sekunder memberikan
perubahan warna yang kurang jelas, diduga disebabkan oleh polaritas pelarut etil
asetat. Pengujian antioksidan dengan metode DPPH menghasilkan ekstrak atsiri
lemon memberikan rata- rata nilai IC50 sebesar 42,173 µg/mL yang termasuk dalam
kategori antioksidan sangat kuat. Variasi pre-treatment yang paling sesuai standar
ISO 855:2003 adalah ukuran 1 mesh dengan metode sun drying.
Lemon fruit (Citrus limon L.) contains bioactive compounds such as
phenolics, carotenoids, vitamins A, C, B, citric acid, and essential oils. These
compounds possess antioxidant, antimicrobial, antiviral, and anti-inflammatory
properties, making lemons widely used in the health and cosmetic industries. The
increasing demand for lemons has resulted in significant lemon peel waste,
estimated at 309,678 tons per year. Despite this, lemon peel has the potential to be
a valuable source of essential oils. This study aims to evaluate the effects of
different pre-treatment methods sun drying and cabinet drying and simplicia sizes
(1 mesh, 18 mesh, and 60 mesh) on the characteristics of essential oils extracted
from lemon peel. Maceration with ethyl acetate was used for extraction, followed
by analysis of yield, physical characteristics (refractive index, density, color,
appearance), and antioxidant activity. Antioxidant testing was conducted using the
DPPH method, while qualitative analysis of secondary metabolites served as an
indicator of additional antioxidant potential. The resulting essential oil had a
brownish-yellow color, a thick, non-mobile texture, and a less fresh lemon aroma
with a hint of ethyl acetate. The refractive index and density did not meet ISO
855:2003 standards. Weak color changes in secondary metabolite tests were likely
due to the polarity of the ethyl acetate solvent. The IC50 value obtained was 42.173
µg/mL, indicating very strong antioxidant activity. The best pre-treatment
combination, based on ISO standards, was sun drying with 1 mesh particle size.
Kata Kunci : atsiri, etil asetat, kulit lemon, maserasi, pengeringan