Analisis Faktor Keamanan dan Besar Penurunan Konstruksi Timbunan Di Atas Laut (Studi Kasus : Toll Road Development of Semarang - Demak Seksi 1B)
Almira Ivana Luthfiyyanda, Ir. Dr. Wiryanta, S.T., M.T.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL
Perkembangan infrastruktur jalan, khususnya jalan tol,
menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan
efisiensi transportasi. Salah satu proyek strategis nasional yang tengah
dilaksanakan adalah Proyek Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1B, yang dirancang
sepanjang 26,95 km dan dibangun dalam dua seksi. Proyek ini memiliki
kompleksitas tinggi karena dibangun di atas tanah lunak dan wilayah pesisir
yang rawan penurunan muka tanah (land subsidence) serta banjir rob. Oleh karena
itu, kajian geoteknik menjadi aspek krusial untuk memastikan kestabilan tanah
dan struktur jalan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode timbunan
dan menganalisis penurunan tanah serta faktor keamanan menggunakan pendekatan
teoritis (metode Terzaghi) dan numerik (Finite Element Method/FEM 2D). Hasil
analisis menunjukkan bahwa nilai penurunan segera dan konsolidasi primer dari
kedua metode memiliki kecenderungan yang mendekati data aktual lapangan.
Penurunan segera dan konsolidasi primer hasil FEM masing-masing sebesar 0,62 m
dan 1,09 m, sedangkan hasil manual sebesar 0,51 m dan 0,88 m. Hasil ini
sebanding dengan data monitoring di lapangan yang menunjukkan penurunan sebesar
0,59 m dan 0,98 m pada minggu ke-13.
Analisis stabilitas menunjukkan bahwa faktor keamanan masih
berada dalam batas aman, dengan nilai 1,772 pada fase timbunan tahap 2, 1,738
setelah konsolidasi, dan 1,514 pada fase timbunan tahap 3. Dengan demikian,
metode konstruksi yang digunakan pada proyek ini dinilai telah sesuai dalam
mengantisipasi permasalahan tanah lunak dan penurunan muka tanah.
The development of
road infrastructure, particularly toll roads, has become a government priority
in enhancing regional connectivity and transportation efficiency. One of the
ongoing national strategic projects is the Semarang–Demak Toll Road Project
Section 1B, which is designed with a total length of 26.95 km and constructed
in two sections. This project presents high complexity due to its construction
over soft soil and coastal areas that are prone to land subsidence and tidal
flooding (rob). Therefore, geotechnical studies play a crucial role in ensuring
the stability of the soil and road structure.
This study aims to
evaluate the embankment method and analyze soil settlement and safety factors
using both theoretical approaches (Terzaghi method) and numerical analysis
(Finite Element Method/FEM 2D). The analysis results show that both immediate
and primary consolidation settlements from the two methods closely match the
actual field data. FEM analysis yielded immediate and primary consolidation
settlements of 0,62 m and 1,09 m, respectively, while manual calculations
showed 0,51 m and 0,88 m. These results align with field monitoring data, which
recorded settlements of 0.59 m and 0.98 m in the 13th week.
Stability analysis
indicates that the safety factor remains within acceptable limits, with values
of 1.772 during embankment stage 2, 1.738 after consolidation, and 1.514 during
embankment stage 3. Thus, the construction methods applied in this project are
considered appropriate in addressing the issues related to soft soil and land
subsidence.
Kata Kunci : Tanah lunak, penurunan tanah, FEM, Terzaghi, Stabilitas Timbunan