Laporkan Masalah

Analisis Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Kegiatan Rehabilitasi Mangrove di Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Tahun 2022 - 2024

Retno Dwi Hastuti, Nur Azizah, S.I.P., M.Sc.

2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Perubahan iklim membawa pengaruh besar dan menjadi tantangan global dengan dampak yang dirasakan di berbagai sektor, mulai dari lingkungan, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat terutama pada wilayah pesisir yang memiliki resiko tinggi. Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap kawasan pesisir Delta Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Di sisi lain, ekosistem mangrove yang dimiliki kawasan ini akan berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim untuk mendukung kebijakan Indonesia's FOLU Net Sink 2030. Akan tetapi, potensi ini terancam karena adanya deforestasi dan degradasi kawasan mangrove menjadi kawasan tambak tradisional oleh masyarakat lokal yang hasil dari sektor perikanan di wilayah ini juga mendukung pasar komoditas global. Perubahan ini menimbulkan dilema ganda yang memengaruhi keseimbangan ekologis serta kehidupan sosial-ekonomis masyarakat daerah pesisir yang memiliki potensi ekonomi yang besar namun rentan terhadap perubahan iklim. Partisipasi aktif dari masyarakat lokal tentu sangat penting untuk mencapai target kebijakan tersebut sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan lingkungan hidup. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi yang dilakukan masyarakat lokal, faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan masyarakat, serta tantangan yang dihadapi masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi mangrove melalui skema program M4CR (Mangrove for Coastal Resilience) untuk mendukung kebijakan Indonesia's FOLU Net Sink 2030 agar kebijakan dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis studi kasus melalui wawancara dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap program ini pada dasarnya positif. Masyarakat memiliki bentuk partisipasi yang berbeda-beda pada setiap tahapan yang dipengaruhi oleh adanya faktor internal dan eksternal serta adanya tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa perlu adanya desain skema program yang dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas masyarakat karena tingkat keberhasilan kegiatan rehabilitasi lingkungan sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kapasitas partisipasi masyarakat. 

Climate change has a profound influence and poses a global challenge with impacts felt across various sectors, including the environment, economy, and social life, particularly in coastal areas that are highly vulnerable. The Mahakam Delta coastal region in East Kalimantan is significantly affected by climate change. At the same time, the mangrove ecosystem in this area plays a vital role in climate change mitigation and supports the implementation of Indonesia's FOLU Net Sink 2030 policy. However, this potential is under threat due to deforestation and degradation of mangrove forests, which are being converted into traditional fishponds by local communities. The fisheries sector in this region also contributes to the global commodity market, creating a dual dilemma that affects both ecological balance and the social-economic conditions of coastal communities. These communities, while economically potential, remain highly vulnerable to climate change impacts. Active participation of local communities is therefore crucial to achieving policy targets while fostering environmental awareness. This study aims to analyze the forms and levels of community participation, the factors influencing such involvement, and the challenges faced by local communities in mangrove rehabilitation activities under the M4CR (Mangrove for Coastal Resilience) program, in support of the implementation of Indonesia's FOLU Net Sink 2030 policy, to ensure effective and targeted implementation. The research employs a qualitative descriptive method using a case study approach through interviews and participatory observation. The results show that community perceptions toward the program are generally positive. However, the forms of participation vary across different stages and are influenced by internal and external factors, as well as several challenges encountered. Therefore, the study concludes that a well-designed program framework is needed to enhance community quality and capacity, as the success of environmental rehabilitation activities largely depends on the quality and capacity of community participation.

Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Faktor Partisipasi, Tantangan Partisipasi, dan Rehabilitasi Mangrove

  1. S1-2025-477958-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477958-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477958-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477958-title.pdf