Aktivitas lansia: Kasus suku Sunda di Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung
Suryadi, Prof.Dr. Ida Bagoes Mantra
2002 | Tesis | S2 KependudukanINTISARI Lansia dalam filosofi Suku Sunda memiliki penghargaan, status dan kedudukan yang tinggi. Ketika orang tua memasuki masa lansia, mereka menjadi tanggung jawab keluarga, khususnya anak-anak, Lansia dalam tradisi Suku Sunda juga memperoleh jaminan santunan dan perawatan dari anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, lansia menjadi Kelompok yang diidealkan dalam masyarakat. Di sisi lain,, fakta menunjukkan keterlibatan lansia dalam aktivitas ekonomi dan aktivitas sostal lainnya masih cukup tinggi Perbedaan fenomena harus diklarifikasikan. Penelitian ini berusaha untuk memperoleh data empiris mengenai aktivitas lansia Suku Sunda dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas tersebut. Untuk memaliami partisipasi lansia dalam aktivitas ekonomi terdapat dua alasan, yaitu untuk bertahan hidup dan untuk aktualisasi diri. Teori aktivitas berpendapat bahwa orang akan tetap hahagia jika setelah kehilangan suatu peran yang penting menggantinya dengan peran yang baru atau meneruskan peran yang dimilikinya, khususnya setelah usia, paruh baya. Demikian pula aktivitas yang dilakukan akan dicermati dengan melihat perbedaan berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin dan keluhan kesehatan lansia. Berdasarkan hasil survei pada 170 responden, ditemukan terdapat 37,6 persen lansia yang masih bekerja dan juga ditemukan 9,4 persen yang mencart pekerjaan. Dalam aktivitas sosial, terdapat 38,2 persen lansta yang masth Sedangkan untuk aktivitas rumahtangga atau aktivitas domestik sebaan besar lansia masih aktif, demikian pula untuk aktivitas waktu luang. Hal yang menarik adalah pembagian kerja yang didasarkan jender pada lansia Suku Sunda Lansia perempuan yang bertanggung jawab pada tugas-tugas rumahtangga sementara lansia laki-laki bertanggung jawab pada sektor publik. Sehingga laki-laki lebih intensip pada aktivitas sosial dan waktu luang. Alasan ekonomi meniadi faktor utama lansia masih bekerja. Mereka harus bekerja keras lebih dari 35 jam per minggu untuk mencukupi kebutuhan dasar mereka. Sementara terdapat perbedaan upah yang diterima dimana rata-rata upah lansia perempuan lebih rendah dan pada lansia laki-laki. Di antara lansia, faktor yang yang berpengaruh dalam melakukan aktivitas sosial adalah pengakuan sosial di masvarakat
ABSTRACT Elderly in Sundanese philosophy have honorable, status and high position. When parents get in ageing phase, they become responsibility of their family, especially children. Elderly in Sundanese tradition also gain social support and care from their children and another family members. In daily living, elderly is an ideal group in community. ln another hand, however, there arc many elderly who are still active in economic and social activities. These different phenomena have to be clarified. This study is an attempt to get empirical uata on Sundanese elderly activities and to analyses the influencing factors which drive the activities. To understand the participation of older people in economic activities there are two reasons, to survive and self actualization. Social activities can be analvzed by applying the activity theory that argues people stay in happiness after loosing an important role if they could get other roles or continues having roles, especially after middle age. Elderly activities also would search by analyzing the differences based on age group, gender and health condition. Based on the survey with 170 respondents, it is founded that 37,6 percent of elderly worked and also 9,4 percent tried to find a job. In social activities, there were 38,2 percent who were still active. For household or domestic activities, the majority was active. The same figure is found for the leisure activities. More interestingly, the division of labor based on gender existed for the Sundanese eldedy. Elderly women were responsible for household chores while elderly men were responsible in public sectors, so males were more intensive in social and leisure activities. Economic is as a main factor for elderly to work. They had to work hard, more than 35 hours per week, to provide basic needs. While there are difference in labor wage that elderly women gain lower than elderly man. Among the elderly, the most important factor for having social activities is social recognition.
Kata Kunci : Aktivitas Lansia, Kecamatan Coblong, Kota Bandung