Laporkan Masalah

Hubungan Asupan Karbohidrat dan Zat Besi dengan Tingkat VO2Max pada Atlet Sepak Bola Remaja di Kabupaten Bantul

Sukma Dewi Astuti, Dr.rer.nat.dr. Bernadette Josephine Istiti Kandarina; Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM.

2025 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang: Peningkatan prestasi olahraga sepak bola nasional dan internasional diawali dari pembinaan talenta unggul yang optimal dan efektif melalui keterampilan dan kebugaran fisik sejak dini. VO2max melibatkan berbagai faktor seperti gaya hidup dan asupan gizi untuk menunjang kebugaran. Namun, atlet remaja cenderung sulit untuk mengatur dan memenuhi tingginya kebutuhan gizi untuk pertumbuhan dan latihan karena jadwal yang padat.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat dan zat besi dengan VO2max pada atlet sepak bola remaja di SMA N 1 Sewon dengan mempertimbangkan aktivitas fisik, status hidrasi, dan kualitas tidur sebagai faktor mediasi.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 39 atlet yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui metode Bleep test, kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Urine color chart. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, korelasi Rank Spearman, dan metode Bootstrapping untuk menganalisis pengaruh mediasi.

Hasil: Mayoritas atlet memiliki nilai VO2max yang baik dan pemenuhan asupan zat besi yang cukup (71,8%). Pemenuhan asupan karbohidrat cenderung seimbang antara jumlah subjek dengan kategori cukup (51,3%) dan kurang (48,7%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dengan VO2max baik secara langsung maupun tidak langsung melalui aktivitas fisik, status hidrasi, ataupun kualitas tidur (p>0,05). Terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan keeratan hubungan yang lemah antara asupan zat besi dengan VO2max secara langsung (p<0>

Simpulan: Nilai VO2max belum terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan asupan karbohidrat. Peningkatan asupan zat besi harian tidak selalu diiringi dengan peningkatan nilai VO2max.

Background: The improvement of national and international football performance begins with the optimal and effective development of talented athletes through early skill and physical fitness training. VO2max involves various factors, including lifestyle and nutritional intake, that support physical fitness. However, adolescent athletes often find it difficult to regulate and meet their high nutritional demands for both growth and training due to their tight schedules.

Objective: This study aimed to determine the relationship between carbohydrate and iron intake with VO2max among adolescent football athletes at SMA N 1 Sewon, considering physical activity, hydration status, and sleep quality as mediating factors.

Methods: This research was a quantitative study with a cross-sectional design. A total of 39 athletes were recruited using a total sampling technique. Data were collected through the Bleep Test, Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and urine color chart. Data were analyzed using descriptive statistics, Spearman’s rank correlation, and the bootstrapping method to assess mediation effects.

Result: The majority of athletes had good VO2max values and adequate iron intake (71.8%). Carbohydrate intake was relatively balanced between the adequate (51.3%) and inadequate (48.7%) categories. There was no significant relationship between carbohydrate intake and VO2max, either directly or indirectly through physical activity, hydration status, or sleep quality (p > 0.05). A weak but significant negative correlation was found between iron intake and VO2max in the direct pathway (p < 0>

Conclusion: VO2max values were not significantly associated with carbohydrate intake. Increased daily iron intake was not necessarily accompanied by an increase in VO2max levels.

Kata Kunci : Asupan zat gizi, karbohidrat, zat besi, VO2max, atlet remaja, sepak bola

  1. S1-2025-476665-abstract.pdf  
  2. S1-2025-476665-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-476665-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-476665-title.pdf