Optimalisasi pemanfaatan lahan untuk tanaman kopi, cengkih dan kelapa dengan multiobjective goal programming di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman
Rahma Hayati, Drs. Suratman Woro, M.Sc.
2002 | Tesis | S2 GeografiINTISARI Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui luas Lahan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman kopi, cengkih dan kelapa di Kecamatan Cangkringan. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan data hasil survei kesesuaian lahan aktual oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat di daerah penelitian sebagai dasar optimalisasi pemanfaatan lahan. Unit analisis yang dipergunakan dalam penelitian adalah Satuan Pemetaan Tanah (SPT). Dengan menggunakan asumsi yang telah tersedia, dilakukan evaluasi untuk mendapatkan kesesuaian lahan potensial dan dipilih SPT untuk pengembangan, selanjutnya dilakukan analisis usaha tani untuk setiap jenis tanaman untuk mengetahui keuntungan setiap jenis usaha tani. Penentuan luas pemanfaatan lahan dilakukan dengan Multiobjective Goal Programming (MOGP), melalui tahap penentuan aktivitas, penentuan tujuan dan penentuan fungsi kendala. Hasil evaluasi terhadap kesesuaian lahan tanaman kopi, cengkih dan kelapa yang sudah ada menunjukkan bahwa tanaman kopi secara potensial dapat dikembangkan di SPT 116, 154, 158, 159, 161 dan 163, tanaman kelapa pada SPT 111, 116, 154, 158 dan 163 serta tanaman cengkih hanya pada SPT 111. Analisis usahatani tanaman kopi, cengkih dan kelapa menunjukkan bahwa tanaman cengkih paling menguntungkan, kemudian disusul tanaman kopi dan yang paling rendah keuntungannya adalah tanaman kelapa. Hasil simulasi dengan MOGP menunjukkan bahwa lahan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman kopi di Kecamatan Cangkringan mencapai luas tanam 1710,14 ha, yaitu SPT 116 seluas 21,23 Ha, SPT 154 seluas 8,34 Ha, SPT 158 seluas 614,6 Ha, SPT 159 seluas 81,17 Ha dan SPT 161 seluas 984,8 Ha. Tanaman cengkih dapat dikembangkan hingga mencapai luas 125,20 Ha yaitu pada SPT 111. Tanaman kelapa sudah tidak dapat dikembangkan lagi karena 1uas tanam yang direkomendasikan dari hasil simulasi yaitu 305,88 Ha dengan persebaran SPT 111 seluas 62,59 Ha, SPT 116 seluas 21,23 Ha, SPT 154 seluas 8,34 Ha dan SPT 158 seluas 307,3 Ha lebih sedikit dari Iuas tanam yang pernah ada yaitu 928 Ha.
ABSTRACT The location of this research at Cangkringan District , Sleman Regency. The aim of this research was to determine the large of area planting for coffee, clove and coconut at Cangkringan District. This research used the actual land suitability from The Center of Soil and Climate for Agriculture Research (Puslittanak) as the basic of the area development planting. With some of reasons from Puslittanak, the actual land suitability were evaluated to become the potential land suitability, and then the potential land for coffee, clove and coconut were selected for area planting. The economic potential was analyzed with the ‘Agriculture System Analysis’. The large of area planting were determined with the Multi-objective Goal Programming (MOGP). Evaluated of Iand suitability for coffee, clove and coconut was produced the potential land for coffee at the Land Mapping Unit with codes 116, 154, 158, 159, 161 and 163. The potential land for clove at the Land Mapping Unit with code 111. The potential land for coconut at the Land Mapping Unit with codes 111, 116, 154, 158 and 163. Economic evaluation with `Agriculture System Analysis' result that the order of profit were clove, coffee and coconut. Land use simulation with Multi-objective Goal Programming (MOGP) result that the large of area planting of coffee was 1710,14 ha with the distribution at the Land Mapping Unit with code 116 was 21,23 Ha , at the code 154 was 8,34 Ha, at the code 158 was 614,6 Ha, at the code 159 was 81,17 Ha, and at the code 161 was 984,8 Ha. The area planting of clove was 125,20 ha at the Land Mapping Unit with code 111. The area planting of coconut could not be developed, because the area recommended was tighter than the actual planting. The distribution area recommended for coconut area planting at the Land Mapping Unit with code 111 was 62,59 Ha, at the code 116 was 10,61 Ha, at the code 154 was 4,17 Ha, at the code 158 was 228,60 Ha and at the code 163 was 38,06 Ha.
Kata Kunci : Lahan,Pemanfaatan,Multiobjective Programming,Kecamatan Cangkringan, Sl