Respons Paguyuban Pedagang dan Permainan Alkid terhadap Permasalahan Tata Kelola Kawasan Alun-Alun Kidul Yogyakarta
Siti Fatria Pelu, Mubarika Dyah Fitri Nugraheni, S. Ant, M. A.
2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Berbagai isu dalam
kehidupan kelompok masyarakat di suatu kawasan cenderung bervariatif, dan sering
kali berhubungan dengan permasalahan tata kelola. Masyarakat perlu melakukan
berbagai penyesuaian untuk bertahan hidup di tengah ketidakpastian tersebut.
Hal ini tengah dialami oleh Paguyuban Pedagang dan Permainan Alkid yang kerap
menghadapi berbagai hambatan dalam kedudukannya. Permasalahan-permasalahan
tersebut meliputi; kebijakan pengelolaan sampah, isu perencanaan pembangunan
kota, serta tantangan terkait hubungan internal antaranggota paguyuban. Oleh
karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk menelisik bagaimana paguyuban
ini menunjukkan berbagai bentuk respons sosial dan strategi adaptasi di tengah
permasalahan tata kelola kawasan.
Penelitian ini dilakukan
menggunakan metode kualitatif. Teknik pengambilan data primer meliputi;
observasi, wawancara mendalam, dan analisis data. Di samping itu, dilakukan
juga pengkajian sumber literatur sekunder yang berasal dari; buku, jurnal
ilmiah, serta berbagai informasi berita. Penelitian berlangsung selama bulan
Mei-Agustus 2025 dengan melibatkan 4 informan utama, yang memiliki latar dan
kedudukan yang berbeda, serta satu informan pendukung.
Penelitian ini
menghasilkan temuan bahwa paguyuban telah membentuk sebuah jaringan sosial dan
modal sosial, yang menjadi wadah dalam melakukan mempertahankan keberlangsungan
ekonomi dan sosial mereka. Berbagai praktik keseharian yang dilakukan,
seperti negosiasi, penundaan kebijakan, hingga percakapan informal, merupakan
bentuk politik keseharian (everyday politics) sebagaimana dijelaskan
oleh James Scott. Namun, di balik solidaritas dan kemandirian tersebut,
ditemukan pula kerentanan dan ketimpangan dalam hubungan internal yang
melemahkan kepercayaan serta menghambat efektivitas paguyuban. Dengan demikian,
paguyuban tidak hanya berperan sebagai wadah ekonomi, tetapi juga sebagai arena
sosial yang memperlihatkan dinamika kekuasaan, strategi bertahan, dan
kerentanan masyarakat kota dalam menghadapi perubahan tata kelola kawasan.
Various
issues in the lives of community groups within an area tend to be diverse and
are often related to governance problems. Communities need to make various
adjustments to survive amid such uncertainty. This situation is experienced by
the Paguyuban Pedagang dan Permainan Alkid (Association of Traders and
Game Operators at Alun-Alun Kidul), which frequently faces multiple challenges
in its position. These challenges include waste management policies, urban
development planning issues, and internal relationship dynamics among its
members. Therefore, this research aims to examine how the paguyuban
demonstrates various forms of social response and adaptive strategies amid
governance problems in the area.
This study
employs a qualitative method. Primary data collection techniques include
observation, in-depth interviews, and data analysis. In addition, secondary
data were obtained from books, academic journals, and news sources. The
fieldwork was conducted from May to August 2025, involving four main informants
with different backgrounds and positions, as well as one supporting informant.
The
findings show that the paguyuban has established a social and network-based
capital that serves as a platform for sustaining its members’ economic and
social lives. Various everyday practices—such as negotiation, policy delay, and
informal communication—reflect what James Scott describes as everyday
politics. However, behind this solidarity and independence lie
vulnerabilities and inequalities in internal relations, which weaken trust and
hinder the paguyuban’s effectiveness. Thus, the paguyuban does not only
function as an economic association but also as a social arena that reveals the
dynamics of power, survival strategies, and the vulnerabilities of urban
communities in responding to changing governance systems.
Kata Kunci : respons sosial, politik keseharian, dan tata kelola.