PENGELOLAAN SAMPAH TERINTEGRASI BERBASIS KEWIRAUSAHAAN SOSIAL: STUDI KASUS PAWUHAN SAPU LIDI, KECAMATAN BAMBANGLIPURO, KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA
M Hanif Yudhistira Susilo, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si.
2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Sociopreneurship atau kewirausahaan sosial menjadi sebuah tren global sebagai bentuk pengelolaan usaha yang mengikutsertakan tujuan sosial dengan posisi yang setara dengan tujuan penciptaan profit dari kegiatan bisnisnya. Dalam konteks Yogyakarta, Pawuhan Sapu Lidi menjadi salah satu badan usaha yang menerapkan konsep kewirausahaan sosial dalam aktivitas pengelolaan sampah. Sebagai program rintisan tingkat padukuhan, Pawuhan Sapu Lidi tidak hanya bergerak pada pengelolaan sampah, tetapi juga mengintegrasikan berbagai lini bisnis melalui kelompok pertanian, peternakan dan perikanan yang diperkuat dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana strategi pengelolaan sampah terintegrasi berdasar pada kewirausahaan sosial serta bagaimana Pawuhan Sapu Lidi menyeimbangkan tujuan penciptaan nilai sosial dan ekonomi melalui konsep Dual Mission. Melalui pendekatan etnografi dengan metode penelitian kualitatif berbasis purposive sampling, diharap penelitian ini mampu menangkap manajemen kewirausahaan sosial melalui kacamata pengelola mengenai praktik, kolaborasi dan fungsi pengelola dalam penciptaan nilai sosial dan ekonomi untuk mencapai pengelolaan berkelanjutan.
Dalam penelitian ini, hasil temuan yang didapat dari praktik pengelolaan Pawuhan Sapu Lidi selaras dengan konsep kewirausahaan sosial yang menekankan penciptaan nilai sosial berupa pengurangan pencemaran sampah yang ada di wilayah Padukuhan Kanutan dan sekitarnya dengan dibalut oleh pendekatan ekonomis berupa pelayanan pengangkutan sampah dan pengelolaan berbasis ekonomi sirkular. Pengelolaan sampah yang dibalut dengan aktivitas ekonomi oleh Pawuhan Sapu Lidi tersebut menciptakan ketehubungan dan keterjalinan antar aktivitas penciptaan nilai sosial dan ekonomi yang mendukung terciptanya keseimbangan dari misi sosial dan ekonomi yang dituju.
Kewirausahaan sosial or Sociopreneurship has emerged as a global trend representing a form of business management that equally incorporates social objectives alongside profit-making goals within business activities. In the context of Yogyakarta, Pawuhan Sapu Lidi serves as one enterprise applying the social entrepreneurship concept in waste management. As a pilot program at the Padukuhan (a traditional hamlet/sub-village in Indonesia) level, Pawuhan Sapu Lidi operates not only in waste management but also integrates various business lines through groups in agriculture, livestock, and fisheries, reinforced by the application of circular economy principles. This study aims to explain how integrated waste management strategies based on social entrepreneurship function and how Pawuhan Sapu Lidi balances the creation of social and economic value through the Dual Mission concept. Using an ethnographic approach with qualitative research based on purposive sampling, this research seeks to capture social entrepreneurship management from the perspective of the managers regarding practices, collaborations, and managerial roles in generating social and economic value to achieve sustainable management.
The study findings on the management practices of Pawuhan Sapu Lidi align with the concept of social entrepreneurship, which emphasizes creating social value through reducing waste pollution within the Padukuhan Kanutan area and its surroundings, framed by an economic approach involving waste collection services and circular economy-based management. The waste management activities integrated with economic operations by Pawuhan Sapu Lidi establish interconnectedness and interweaving between social and economic value creation activities that support the achievement of balance in the targeted social and economic missions.
Kata Kunci : Kewirausahaan sosial, Ekonomi Sirkular, Penyeimbangan Nilai Sosial dan Ekonomi