Survei Kepedulian atas Privasi dan Keamanan Daring Masyarakat Indonesia (Analisis Komparatif antara Generasi Y dan Generasi Z di Daerah Istimewa Yogyakarta)
Salma Amany Firdaus, Dr. Rajiyem, S.IP, M.Si.
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Penelitian ini dilakukan di Kota Yogyakarta karena adanya 84 pengaduan ke Otoritas Jasa Keuangan D.I.Y. terkait praktik pinjaman online (pinjol) ilegal pada Januari–Mei 2024. Selain itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan bahwa D.I. Yogyakarta termasuk dalam empat kota dengan jumlah anomali serangan siber harian tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kepedulian atas privasi dan keamanan daring antara generasi Y dan Z di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teori keamanan daring mengacu pada Mitnick dan Simon yang menyatakan bahwa faktor manusia sangat krusial dalam pengamanan informasi dan data, dengan dimensi: informasi personal, perangkat komunikasi, dan data daring. Teori privasi daring mengacu pada Westin yang menekankan pentingnya kontrol individu atas informasi pribadi dalam komunikasi, dengan dimensi: sikap, pengetahuan, dan perilaku pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan kuesioner, dengan sampel masing-masing 200 responden generasi Y dan Z di Kota Yogyakarta melalui teknik convenience sampling. Analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keamanan daring pada kedua generasi tergolong tinggi, namun skor rata-rata generasi Z lebih besar secara signifikan. Hal serupa terjadi pada privasi daring, dengan kepedulian generasi Z yang lebih tinggi dari generasi Y.
This study was conducted in Yogyakarta City in response to 84 complaints submitted to “Otoritas Jasa Keuangan” D. I. Y. between January and May 2024 concerning illegal online lending practices. Additionally, the National Cyber and Crypto Agency (BSSN) reported that the Yogyakarta Special Region ranks among the top four cities in Indonesia with the highest number of daily cyberattack anomalies. The study aims to examine differences in online privacy and security awareness between Generation Y and Generation Z in the region. It draws on Mitnick and Simon’s theory of cybersecurity, which emphasizes the critical role of human factors in protecting information and data—covering personal information, communication devices, and online data. It also refers to Westin’s theory of online privacy, which highlights individual control over personal data in digital communication, including aspects of user attitudes, knowledge, and behavior. Using a descriptive-quantitative approach, data were collected via an online questionnaire from 200 respondents in each generation through convenience sampling. Data analysis employed an independent sample t-test. The findings show that both generations have high awareness of online security, but Generation Z demonstrates significantly higher concern. The same pattern appears in privacy awareness, with Generation Z scoring higher than Generation Y.
Kata Kunci : privasi daring, keamanan daring, generasi Y, generasi Z