Proses migrasi dan keadaan sosial ekonomi migran Toraja di Kotamadya Palu
Semuel Sanda Patampang, Prof.Dr. Ida Bagoes Mantra
2001 | Tesis | S2 GeografiINTISARI Penelitian bertujuan menganalisis proses migrasi migran Toraja dari Kabupaten Tana Toraja dan keadaan sosial ekonomi serta proses adaptasinya yang dipengaruhi kekerabatan di Kotamadya Palu. Secara rinci mengkaji: (1) faktor¬faktor sosial ekonomi dan sosiokultural apa yang ada di daerah asal serta informasi positif apa dari daerah tujuan yang menstimulus migran Toraja untuk melakukan migrasi ke Kotamadya Palu; (2) proses terjadinya migrasi; (3) aktivitas ekonomi migran di daerah tujuan; dan (4) proses adaptasi migran dalam kelangsungan hidupnya di daerah tujuan. Penelitian dilaksanakan di Kotamadya Palu dengan sampel 150 responden kepala keluarga migran Toraja. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan deskriptif kualitatif melalui kallaborasi (callaborasion). Data yang dikumpulkan melalui kuesioner diolah secara kuantitatif dengan memanfaatkan teknik tabulasi frekuensi tunggal (analisis univariat) dan tabulasi silang (analisis bivariat). Hasil penelitian ini menunjukkan; pertama, faktor-faktor yang mempengaruhi migran Toraja bermigrasi ke Kotamadya Palu adalah faktor-faktor yang ada di daerah asal, seperti faktor ekonomi yang meliputi peluang kerja non pertanian yang terbatas, dan Iahan pertanian yang sempit, serta juga dengan faktor sosiokultural yang meliputi tekat untuk merantau, pelapisan masyarakat, upacara adat, dan pembagian harta warisan. Demikian pula dengan faktor-faktor yang ada di daerah tujuan seperti faktor peluang kerja, informasi tentang daerah tujuan, kontribusi migran terdahulu atau kerabat keluarga di daerah tujuan, dan aksessibilitas daerah tujuan; kedua, proses migrasi migran Toraja ke Kotamadya Palu ada yang pindah secara langsung dan ada pula yang secara tidak langsung. Migran yang pindah secara langsung lebih banyak yang berpendidikan sedang, sedangkan migran yang pindah secara tidak langsung lebih banyak yang berpendidikan tinggi; ketioa, migran Toraja pada saat baru tiba di daerah tujuan lebih banyak yang bekerja sebagai tukang/bangunan, dan yang lainnya bekerja sebagai pegawai/karyawan serta pada beberapa jenis pekerjaan lainnya. Sedangkan pada saat sekarang lebih banyak yang bekerja sebagai pegawai/karyawan, dan yang lainnya bekerja sebagai tukang/bangunan dan pada beberapa jenis pekerjaan lainnya. Pendapatan kepala keluarga migran Toraja lebih besar dibanding dengan pendapatan per kapita Kotamadya Palu. Oleh karena isu, status ekonomi keluarga migran Toraja berada pada tingkat yang baik; keempat, proses adaptasi migran dalam kelangsungan hidupnya dipengaruhi sistem kekerabatan di Kotamadya Palu, yang direalisasikan pada permukiman, bentuk kekeluargaan, wadah kerukunan keluarga, upacara adat, interaksi dan integrasi dengan ethnis lainnya, dan hubungan dengan daerah asalnya. Kata kttnci: Proses Migrasi, Keadaan Sosial Ekonomi, Proses Adaptasi
ABSTRACT The purpose of this research was to analyze the migration process of Toraja migrants from Tana Toraja District and socio-economic status and its adaptation process influenced by fellowship in Palu Municipality. In detail, the research studied: (1) socio-economic and socio-cultural factors existing in their origin area and positive information existing in their destination area simulating Toraja migrants to migrate to Palu Municipality; (2) the process of migration occurrence; (3) economic activities of migrants in destination area; and (4) migrants adaptation process in their survival in the destination area. The research was conducted in Palu Municipality with a sampel of 150 respondents of household heads of Toraja migrants. Data analyses were done quantitatively and descriptive qualitatively through a collabaration. Data single frequency tabulation technique (univariate analysis) and cross tabulation (bivariate analysis). The results of this research showed that; first, factors influencing Toraja migrants to migrate to Palu Municipality were factors existing in their origin area, such economic factors as the limited non-agricultural job opportunity, small area of farming land, and socio-cultural factors including eagerness to migrate, community segmentation, custom ceremonies, and legacy sharing. Meanwhile, the same thing applied to the factors existing in destination area such as job opportunities, information on destination area, contribution of previous mig,rants and the relatives in destination area, and accessibility to destination area; second, the direct and indirect migrating process of migration had middle level of education, while those indirect process of migration had high level of education, third, most of newly coming migrants of Toraja worked as carpenters/construction workers, and the others worked as employees and come other jobs. Whereas, most of them recently worked as employees, and the others worked carpenters/ construction workers. The income of Toraja migrants household heads was higher than the income per capita of Palu Municipality residents. For this reason, the economic status of Toraja migrants household was better than that of Palu Municipality inhabitants; fourth,, the adaptation process of migrants in their survival was influenced by the fellowship system in Palu Municipality, realized in the forms of settlement, types of family ties, forum of family association, custom ceremonies, interaction and integration with other ethnic groups, and relationship to their origin areas. Keywords: Migration process, Socio-economic status, Adaptation process
Kata Kunci : Proses Migrasi, Keadaan Sosial Ekonomi, Proses Adaptasi