Pengaruh kondisi agroklimat terhadap ledakan populasi belalang kembara (Locusta migrotoria) di propinsi Lampung
Amrin Gani, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc
2000 | Tesis | S2 GeografiINTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi-kondisi agroldimat dengan ledakan populasi Belalang Kembara (Locusta migratoria) di Propinsi Lampung. Metode analisis yang digunakan adalah analisis spasial, grafis, dan statistik korelasi.. Hasil penelitian menunjukkan adanya penyimpangan curah hujan rerata 10 tahun terakhir (1990-1999) yang cukup ekstrim terhadap curah hujan normal (30 tahun), baik dalam skala makro (wilayah Lampung) maupun dalam skala meso dan mikro (wilayah PT.Gunung Madu Plantations). Penyimpangan curah hujan untuk wilayah Lampung terutama terlihat pada bulan April—Nopember, sedangkan untuk wilayah sampel terlihat sejak bulan Juni—Oktober (1991), Mei—Nopember (1994), dan Juni—Nopember (1997), mengalami kemarau yang lebih panjang (6-7 bulan) dengan curah hujan rerata masing-masing di bawah 26 mm per bulan. Penyimpangan curah hujan tersebut, menyebabkan berubahnya zone agrolimat dari C1 menjadi E4 (untuk wilayah Lampung) serta dari Cl menjadi C3 (wilayah PT.Gunung Madu Plantations). Penurunan curah hujan terutama pada musin-musin kemarau disertai oleh penin&catan temperatur udara dan tanah yang fluktuatif (ditandai dengan meningkatnya beda harian temperatur), dan penurunan kelembaban udara relatif dengan beda harian yang lebih kecil (lebih konstan). Semua faktor tersebut, secara akumulatif dalam tenggang waktu tertentu merupakan pemicu ledakan Belalang Kembara (Locusta migraioria) secara, besar-besaran pada musim-musim tanam tahun 1992, 1995, dan 1998 di wilayah penelitian, dimana puncak ledakan masing-rnasing terjadi pada bulan Mei. Ledakan Belalang yang terjadi pada tahun 1999 memperlihatkan gejala penurunan dengan pola yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana puncak ledakan terjadi pada bulan Juni dan Nopember. Hal ini merupakan akibat dari besamya ledakan belalang pada tahun 1998. Angin yang bertiup dari barat atau barat laut ke timur atau tenggara pada bulan Nopember (1990) sampai Maret (1991) merupakan salah satu faktor yang mendukws migrasi populasi Belalang Kembara (Locusta migratoria) dari Pakuanratu (Kabupaten Lampung Utara) ke Gunungsugih (Kabupaten Lampung Tengah) pada bulan Desernber 1990. Kata kunci: Kondisi Agroklimat, ledakan, dan Belalang Kembara
ABSTRACT The objective of this research is to know "relationship between of agroclimate conditions and outbreak of migratory locusts (Belalang Kembara) in Larnpung Province". Analisys methods which be using is the spatial analisys, graphic analysis, and statistic of correlation analysis. The yield of this research is to show that deviation of monthly average rainfall the last 10 years (1990 to 1999) from normal rainfall (30 years) although the meso and micro scale (PT.Gunung Madu Plantations as sample area). Its deviation can be looked as clear on April to Nopember (for Lampung area), while for sample area can be looked on June to October (1991), May to Nopember (1994), and June to November (1997) with an average rainfall of less 26 mm/month. Because the lowering of average rainfall of extreme enough during the last 10 years has ben causing the changing agroclimate from Cl to E4 zone (for Lampung area) as well as from C 1 to C3 zone (for PT.Gunung Madu Plantations). The lowering of average rainfall, especially in diy season and included by the raise of air of air and soil temperatur with more fluctuative (temperatur amplitudo raise) and relativity humidity raise with its amplitudo (more constant). The accumulation from its all factors, at certain time lags is the trigger of migratory locusts outbreak the large in planting season (1992, 1995, and 1998) in research in 1999, looking the lowering with different pattem from years ago, when outbreaks culmination in June and November. It is caused by oversized of locusts outbreak in 1998. The wind from west or northwest to east or southeast in November (1990) to March (1991) is a factor to cause beginning migrantion of locusts from Pakuanratu (North Lampung Regency) to Gunungsugih (Central of Lampung Regency) in December 1990. Key Words: Agroclimate Conditions, Outbreak, and Migratory Locusts.
Kata Kunci : Kondisi Agroklimat, ledakan, dan Belalang Kembara