Laporkan Masalah

Penggunaan foto udara dan sistem informasi geografi untuk kajian perubahan bentuk penggunaan lahan di kecamatan Umbulharjo kotamadya Yogyakarta

Wahyu Eko Hapsoro, Dr. Totok Gunawan, M.S.; Drs. Gunadi

1996 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Rencana Penggunaan Lahan yang merupakan materi dalam Rencana Detall Tata Ruang Kota Yogyakarta 1990 - 2010, dimaksudkan sebagai arah dan pedoman dalam pengendalian dan pengawasan pembangunan fisik di Kotamadya Yogyakarta.Hal ini membawa konsekuensi bagi setiap kegiatan pembangunan fisik yang terjadi sejak masa berlakunya rencana tersebut. Seperti halnya perubahan bentuk pengunaan lahan di kecamatan Umbulharjo yang merupakan salah satu kecamatan di Kotamadya Yogyakarta dan berpotensi besar terjadi perubahan bentuk penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan bentuk penggunaan lahan selama jangka waktu tahun 1990 - 1995 Kecamatan Umbulharjo bila dibandingkan dengan Rencana Penggunaan Lahan 1990 - 2010, serta kecenderungan perubahan bentuk penggunaan lahan dan perubahan kepadatan penduduk di Kecamatan Umbulharjo sebagai langkah antisipasi terhadap Rencana Penggunaan Lahan di masa datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi foto udara dan kerja lapangan. Interpretasi udara untuk identifikasi bentuk penggunaan lahan dan kerja lapangan untuk menguji kebenaran hasil interpretasi maupun menambah data yang tidak dapat diperoleh dengan cara interpre-tasi di laboratorium. Sistem Informasi Geografis digunakan sebagai alat bantu dalam pemrosesan dan pengolahan data serta dalam penyajian hasil pengolahan data tersebut dalam bentuk peta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum foto udara yang digunakan dalam penelitian ini baik digunakan sebagai sumber penyadapan data utama bentuk penggunaan lahan di Kecamatan Umbulharjo dengan ketelitian interpretasi 91,3% pada foto udara tahun 1987 dan 88,5% untuk foto udara tahun 1993. Perubahan bentuk penggunaan lahan yang terjadi dilokasi direncanakan untuk Lahan Perkantoran dan Kesehatan seluruhnya telah sama (100%) namun sebaliknya tidak ada pada Rencana Penggunaan Lahan untuk Lahan Rekreasi Olah Raga serta Jalur Hijau (0%). Untuk lahan yang direncana- kan sebagai Lahan Industri dan Pendidikan, perubahan bentuk penggunaan lahan di dalamnya. perubahan bentuk penggunaan lahan adalah dari Permukiman (63,7 Ha) dan paling luas terjadi Sorosutan (17,702 Ha). Kecenderungan ini mempengaruhi perubahan kepadatan penduduk pada lahan permukiman di tiap kelurahan yang berakibat kepadatan penduduk semakin menurun bila perubahan luas permukimannya lebih besar daripada perubahan jumlah penduduknya, begitu pula sebaliknya dan apabila kecenderungannya tetap demikian maka luas permukiman di Kelurahan Pandeyan pada lima tahun yang akan datang (83,106 Ha) akan melebihi luas permukiman yang direncanakan (75,091 Ha).

-

Kata Kunci : Perubahan Penggunaan lahan,Foto udara, Sistem informasi geografis, Kotamdya Yogyakarta,DIY

  1. S1-1996-80378-Wahyu_Eko_Hapsoro-abstract.PDF  
  2. S1-1996-80378-Wahyu_Eko_Hapsoro-bibliography.PDF  
  3. S1-1996-80378-Wahyu_Eko_Hapsoro-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1996-80378-Wahyu_Eko_Hapsoro-title.PDF