PENGARUH KEBIJAKAN MONETER TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA DAN PENGANGGURAN DI AMERIKA SERIKAT
Prasetya Budi Utama, Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph. D
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja atau Labor Force Participation Rate (LFPR) di Amerika Serikat memiliki implikasi terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan moneter terhadap LFPR dan tingkat pengangguran dengan turut mempertimbangkan faktor struktural dan variasi demografi. Penelitian ini menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) dengan data kuartalan dari Tahun 1983Q1 hingga 2020Q1. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kointegrasi jangka panjang antara LFPR, tingkat pengangguran, dan indikator moneter. Penyesuaian suku bunga federal dalam wujud ekspansi moneter berdampak pada peningkatan partisipasi angkatan kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Meskipun begitu, hasil pada LFPR usia matang/prime-age menunjukkan bahwa kebijakan moneter tidak memiliki dampak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan moneter tidak hanya berdampak pada stabilitas harga, tetapi juga memengaruhi dinamika pasar tenaga kerja melalui jalur partisipasi dan pengangguran. Implikasi kebijakan yang dihasilkan adalah berupa perlunya pertimbangan terhadap aspek pasar tenaga kerja dan koordinasi dengan otoritas ketenagakerjaan dalam merumuskan kebijakan moneter.
The decline in the Labor Force Participation Rate (LFPR) in the United States poses significant implications for the sustainability of long-term economic growth. This study seeks to examine the impact of monetary policy on LFPR and unemployment while accounting for structural factors and demographic heterogeneity. Employing a Vector Error Correction Model (VECM) with quarterly data spanning 1983Q1 to 2020Q1, the analysis reveals the existence of long-run cointegration among LFPR, unemployment, and monetary indicators. Adjustments in the federal funds rate, particularly in the form of monetary expansion, are found to increase labor force participation in both the short and long run. Nonetheless, the results for prime-age LFPR indicate that monetary policy does not exert a statistically significant effect. These findings underscore that monetary policy affects not only price stability but also labor market dynamics through participation and unemployment channels. The policy implication highlights the importance of incorporating labor market considerations and enhancing coordination with labor authorities in the formulation of monetary policy.
Kata Kunci : Partisipasi Angkatan Kerja, Pengangguran, Kebijakan Moneter, VECM, Amerika Serikat