Laporkan Masalah

KARAKTERISASI MINERAL PEMBAWA TIMAH DAN MINERAL IKUTANNYA, SERTA ESTIMASI SUMBER DAYA TIMAH DENGAN METODE ORDINARY KRIGING DI DAERAH KEMINGKING, KECAMATAN SUNGAI SELAN, KABUPATEN BANGKA TENGAH, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Tegar Fauzi, Dr.rer.nat. Ir. Arifudin Idrus, S.T., M.T., IPU.; Dr.Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji, S.T., M.Sc., IPU.

2025 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI

Pulau Bangka merupakan bagian dari jalur timah Asia Tenggara yang kaya akan endapan timah, khususnya endapan sekunder hasil pelapukan granit pembawa kasiterit. Penelitian ini bertujuan untuk mencari karakteristik jenis, kelimpahan, dan sifat fisik mineral pembawa timah serta mineral ikutan timah (MIT), termasuk hubungan korelasi antar mineral, serta mengestimasi sumber daya timah menggunakan metode Ordinary Kriging (OK) berdasarkan data pengeboran eksplorasi di Desa Kemingking, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Data yang digunakan terdiri atas data primer berupa lima sampel pasir lepas hasil pengeboran eksplorasi yang dipersiapkan menjadi konsentrat mineral berat dan dianalisis menggunakan metode grain counting analysis (GCA) pada fraksi ukuran 300–210 µm, 210–150 µm, 150–75 µm, dan <75>ordinary kriging dengan dimensi model blok 4 × 4 × 1 m pada rentang kedalaman 3,4–30,4 m. Hasilnya menunjukkan total sumber daya timah sekitar 2.500–6.500 ton dengan volume total 35 juta m³ dan kadar rata-rata 0,07–0,19 kg/m³. Berdasarkan klasifikasi sumber daya, diperoleh kategori terukur sebesar 660–1.400 ton timah, tertunjuk sebesar 1.200–3.350 ton timah, dan tereka sebesar 620–1.800 ton timah. Zona utama pengendapan timah berada pada kedalaman 9,4–18,4 m dengan arah anisotropi utama N45°E berdasarkan analisis variogram, yang merepresentasikan arah utama mineralisasi timah dan berpotensi mengandung mineral ikutan ekonomis seperti ilmenit, zirkon, dan monasit/senotim terutama pada kedalaman lebih dari 18,4 m ketika kadar timah mulai menurun.

Bangka Island is part of the Southeast Asian tin belt, which is rich in tin deposits, particularly secondary deposits resulting from the weathering of cassiterite-bearing granite. This study aims to characterize the types, abundance, and physical properties of tin-bearing minerals and associated tin minerals (ATMs), including the correlation relationships between minerals, as well as to estimate tin resources using the Ordinary Kriging (OK) method based on exploration drilling data from Kemingking Village, Sungai Selan Subdistrict, Central Bangka Regency. The data used include primary data consisting of five unconsolidated sand samples obtained from exploration drilling, which were processed into heavy mineral concentrates and analyzed using the grain counting analysis (GCA) method for grain size fractions of 300–210 µm, 210–150 µm, 150–75 µm, and <75>

Kata Kunci : Timah, MIT, Kemingking, Grain counting analysis, Ordinary Kriging

  1. S1-2025-477848-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477848-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477848-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477848-title.pdf