Laporkan Masalah

KINERJA INDUK KUDA PACU DI KECAMATAN TENGARAN, SEMARANG, JAWA TENGAH

Firman Harimurti, Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.

2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja induk kuda pacu di Kecamatan Tengaran, Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan 30 ekor induk kuda pacu yang telah beranak minimal 2 kali sebagai sampel beserta 5 orang peternak sebagai responden. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Variabel yang diamati adalah profil wilayah, karakteristik peternak, sistem pemeliharaan, dan kinerja induk. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% peternak tergolong umur produktif, 60% lulusan Sekolah Menengah Pertama, 60% memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun, 100?ternak merupakan pekerjan utama, dan 80% sudah memahami ciri-ciri ternak birahi dengan baik. Mayoritas kuda dikandangkan pada malam hari dan diumbar pada pagi atau sore hari, jenis kandang individu, sanitasi kandang setiap hari, pemandian ternak seminggu sekali, perkawinan dilakukan secara alami, dan pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat. Bobot lahir belo adalah 40,85±2,49 kg, bobot sapih belo adalah 173,84±19,99 kg, post partum estrus (PPE) adalah 6,40±0,93 hari, post partum mating (PPM) adalah 9,40±0,50 hari, service per conception (SC) adalah 1,43±0,50, lama kebuntingan adalah 341,23±13,80 hari, mortalitas adalah 0,33±0,61 ekor, interval kelahiran adalah 353,67±14,61 hari, dan indeks reproduksi induk (IRI) adalah 1,03±0,04 ekor/tahun. Disimpulkan bahwa kinerja induk kuda pacu di Kecamatan Tengaran sudah cukup baik.


This study aimed to evaluate the reproductive performance of broodmares in Tengaran District, Semarang, Central Java. A total of 30 broodmares that had foaled at least twice and 5 horse breeders as respondents were involved in the study. Data were collected through interviews and direct field observations. The variables observed included regional profile, breeder characteristics, management systems, and broodmare performance. The data were analyzed descriptively and quantitatively. The results showed that 60% of breeders were in the productive age group, 60% had completed junior high school, 60% had more than 20 years of breeding experience, 100% considered horse breeding as their main occupation, and 80% had good knowledge of estrus detection. Most horses were housed at night and grazed in the morning or evening, kept in individual stalls, with daily stable sanitation, weekly bathing, natural mating practices, and feeding consisting of forage and concentrates. The average birth weight was 40.85 ± 2.49 kg, weaning weight was 173.84 ± 19.99 kg, post-partum estrus (PPE) occurred at 6.40 ± 0.93 days, post-partum mating (PPM) at 9.40 ± 0.50 days, service per conception (S/C) was 1.43 ± 0.50, gestation length was 341.23 ± 13.80 days, mortality rate was 0.33 ± 0.61, calving interval was 353.67 ± 14.61 days, and reproductive index (IRI) was 1.03 ± 0.04 foals/year. It can be concluded that the reproductive performance of broodmares in Tengaran District is considered relatively good.

Kata Kunci : Kinerja Induk, Kuda Pacu, Kecamatan Tengaran.

  1. S1-2025-481894-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481894-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481894-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481894-title.pdf