Transmigrasi dan frekuensi sakit infeksi saluran pernafasan: Studi kasus pada transmigran dan penduduk setempat di Kabupaten Tanjung Jabung dan Batang Hari, Propinsi Jambi 1992
Bahrun Indawan Kasim, Prof.Dr. Ida Bagoes Mantra
1993 | Tesis | S2 KependudukanIntisari Transmigrasi adalah pemindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam wilayah Republik Indonesia untuk menetap dalam ranaka pembentukan masyarakat baru untuk membantu pembangunan daerah, baik daerah yanq Ditinggalkan maupun daerah yang didatanqi dalam rangka pembanqunan Nasional. Propinsi Jambi adalah salah satu daerah penerima transmigrasi. Selanjutnya transmigran yang tinggal disini mempunyai lingkungan sosial ekonomi yang baru. Perubahan ligkungan ini dapat menimbulkan berbagai masalah yang menyertainya, karena pergantian dari suatu lingkungan ke lingkungan yang lain dapat menimbulkan resiko terjangkit suatu penyakit. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial ekonomi dan tipe migrasi dengan frekwensi sakit ISPA melaIui bekerjanya varlabel antara kondisi perumahan (kepadatan huni dan ventilasi) dan variabel kontroI usia. Faktor Sosial ekonomi dalam penelitian ini terdiri dari pendidikan, status pekerjaan pokok, pendapatan rumah tangqa dan asset rumah tangga. Faktor tipe migrasi terdiri dari transmiqran umum, transmigran spontan dan penduduk asli. Dalam penelitian ini terbukti bahwa faktor sosioekonmi (Pendidikan, Status pekerjaan, pendapatan rumah tangga dan asset rumah tangga) dan tipe migrasi mempunyai hubungan yanq bermakna denclan frekwensi sakit ISPA dencian p < 0.05 melalui variabel antara kondisi perumahan . Tipe Migrasi setelah di tabulasi silang dengan frekwensi sakit ISPA dan dikontrol umur 10-29 tahun ternyata mempunyai hubungan secara bermak¬na dengan p < 0.05. Lebih lanjut dari data tersebut menunjukan bahwa tenaga kerja muda kelompok migran relatif lebih baik status kesehatannya dibandingkan dengan tenaga kerja muda penduduk setempat. Kata kunci:TransmigrasimSosioekonomi,ISPA.
Abstract Transmigration is the transfer or the removal of people from one region to settle in another region within the territory of Republic of Indonesia in the interests of nasional development or for motives regarded as necessary by the goverment according to the stipulation in these regulation. The.Province of Jambi is considered as one of the places of the destination for transmigration. So transmigrants who stay here have a new socioeconomic environment. Environmental changes to reiterate and combine points have already been made, a change from one environment to another will often involves a change risk of disease. The aim of the research is to study the effects of the socioeconomic environment and the type of migration towards Acute Respiratory Tract Infection by using intervening variables such as ventilation, density of household, control variables which age of the migrants and of the na.tive people. Social economic factor in this study consists of head of household's education, occupational status, household income, and household asset Types of migration consist of Qeneral transmigrants transmiorants spontaneous and native people. This study has evidence that the socioeconomic factor (Education of household heads, ocupational status, household income, and asset) and the type of transmigration have correlation with Acute Respiratory Tract Infection (ARI) with p < 0,05 , controlling by intervening variable ventilation and household denSity. Types of transmigration have correlation with Acute Respiratory Tract Infection, controlling young workers (10 - 29 years old) p < 0,05. The data shows that the younger migrants are relatively healthier than the younger native group. key words Transmigration, Socioeconomic, ARI.
Kata Kunci : Transmigrasi Jambi,Transmigrasi,Sakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan