Studi Komparasi Hasil Reaksi Linalool Minyak Nampu (Homalomena javanica) dengan Asam Asetat Anhidrida Berdasarkan Variasi Katalis (ZnCl2, AlCl3, dan H2SO4) dan Metode Reaksi (Refluks dan Sonikasi)
Ruth Lovarensa Juliandiva Azzahra Pasaribu, Prof. Dr. Winarto Haryadi, M.Si.; Dr.Sc. Robby Noor Cahyono, M.Si., S.Si.
2025 | Skripsi | KIMIA
Telah dilakukan reaksi antara linalool yang berasal dari minyak atsiri tanaman nampu (Homalomena javanica) dan asam asetat anhidrida dengan katalis ZnCl2, AlCl3, dan H2SO4 menggunakan metode refluks dan sonikasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi komponen utama minyak atsiri tanaman nampu (Homalomena javanica) menggunakan GC-MS, dan (2) membandingkan hasil reaksi antara linalool dari minyak nampu dan asam asetat anhidrida menggunakan variasi katalis (ZnCl2, AlCl3, dan H2SO4) dan metode (refluks dan sonikasi).
Penelitian ini dimulai dengan analisis minyak atsiri tanaman nampu (Homalomena javanica) dengan GC-MS, kemudian dilakukan distilasi fraksinasi untuk memperoleh fraksi kaya linalool Fraksi selanjutnya direaksikan dengan asam asetat anhidrida menggunakan katalis ZnCl2, AlCl3, dan H2SO4 melalui dua metode, yaitu refluks dan sonikasi. Produk reaksi kemudian dimurnikan dengan pencucian dan pengeringan, lalu dianalisis kembali menggunakan GC-MS.
Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak atsiri nampu mengandung linalool sebesar 60,09%, yang meningkat menjadi 82,37% setelah distilasi. Pada reaksi dengan katalis ZnCl2, metode refluks menghasilkan linalil asetat sebesar 10,22?ngan sisa linalool 40,86%, sedangkan metode sonikasi menghasilkan linalil asetat 12,85?ngan sisa linalool 49,91%. Reaksi dengan katalis AlCl3 menunjukkan konversi lebih rendah, yaitu pada metode refluks linalil asetat sebesar 13,06?ngan sisa linalool 70,25%, sedangkan metode sonikasi menghasilkan linalil asetat 1,12?ngan sisa linalool 84,06%. Katalis H2SO4 menyebabkan dehidrasi linalool sehingga produk utama sulit diidentifikasi, tetapi pada metode sonikasi terbentuk linalil asetat sebanyak 4,76%. Secara keseluruhan, kombinasi terbaik diperoleh pada katalis ZnCl2 dengan metode refluks.
This study investigates the reaction of linalool, sourced from the essential oil of the nampu plant (Homalomena javanica) and acetic anhydride with ZnCl2, AlCl3, and H2SO4 as catalysts using reflux and sonication methods. This study aims to (1) identify the main components of the nampu (Homalomena javanica) essential oil using GC-MS and (2) to compare the reaction between linalool from the nampu oil and acetic anhydride using the various catalysts (ZnCl2, AlCl3, and H2SO4) and methods (reflux and sonication)
This research commenced with the analysis of the essential oil of the nampu plant (Homalomena javanica) by GC-MS to predicted a linalool-rich fraction. Once identified, the plant's essential oil was subjected to fractional distillation. Subsequently, fraction that was esterified using various catalysts (ZnCl2, AlCl3, and H2SO4) through two methodes, reflux and sonication. After reaction, the mixture was washed and dried, then each resulting esterification mixture was analyzed by GC-MS.
The analysis showed that nampu essential oil contained 60.09% linalool, which increased to 82.37?ter distillation. In the reaction with the ZnCl2, catalyst, the reflux method produced 10.22% linalool with 40.86% linalool remaining, while the sonication method produced 12.85% linalool with 49.91% linalool remaining. The reaction with the AlCl3 catalyst showed a lower conversion, with the reflux method producing 13.06% linalool with 70.25% linalool remaining, while the sonication method produced 1.12% linalool with 84.06% linalool remaining. The H2SO4 catalyst causes dehydration of linalool, making it difficult to identify the main product, but the sonication method produced 4.76% linalyl acetate. Overall, the best combination was obtained with the ZnCl2 catalyst under the reflux method.
Kata Kunci : esterifikasi, Homalomena javanica, linalool, refluks, sonikasi