Analisis Perubahan Garis Pantai terhadap Sektor Ekonomi disepanjang Pantai Kulonprogo DIY Tahun 2018, 2020, 2022 dan 2024
Prastika Devi Maharani, Dr. Nurul Khakhim ,M.Si.
2025 | Tugas Akhir | D4 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Wilayah
pesisir Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan kawasan
yang rentan terhadap abrasi akibat gelombang tinggi Samudra Hindia. Perubahan
garis pantai yang terus berlangsung berdampak pada kerusakan lahan, penurunan
produktivitas, serta pergeseran mata pencaharian masyarakat pesisir. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan garis pantai di pesisir
Kulonprogo dalam rentang tahun 2018 hingga 2024 serta menilai dampaknya terhadap
sektor ekonomi masyarakat setempat.
Metode
penelitian menggunakan citra satelit Sentinel-2A tahun 2018, 2020, 2022, dan
2024 yang diambil pada bulan Maret saat kondisi pasang maksimum. Garis pantai
hasil digitasi dianalisis dengan perangkat lunak Digital Shoreline Analysis
System (DSAS) menggunakan parameter Net Shoreline Movement (NSM), End Point
Rate (EPR), dan Shoreline Change Envelope (SCE). Selain itu, dilakukan
pengumpulan data lapangan melalui survei dan wawancara untuk mengetahui kondisi
sosial ekonomi masyarakat pesisir yang terdampak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa segmen pantai, khususnya di Pantai Trisik, mengalami abrasi signifikan dengan kemunduran garis pantai hingga puluhan meter setiap periode dua tahunan. Abrasi ini menyebabkan berkurangnya lahan tambak, penurunan produktivitas pertanian akibat intrusi air laut, serta hilangnya aset ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut mendorong perubahan mata pencaharian dari sektor perikanan tambak ke pertanian lahan kering, meskipun produktivitasnya relatif rendah. Analisis kerentanan ekonomi menunjukkan bahwa sebagian wilayah pesisir Kulonprogo memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi terhadap keberlanjutan ekonomi.
The coastal area
of Kulonprogo Regency, Yogyakarta Special Region, is highly vulnerable to
abrasion caused by strong waves from the Indian Ocean. Continuous shoreline
changes have led to land degradation, reduced productivity, and shifts in the
livelihoods of coastal communities. This study aims to analyze the dynamics of
shoreline changes along the Kulonprogo coast from 2018 to 2024 and to assess
their impact on the local economic sector.
The research
utilized Sentinel-2A satellite imagery from 2018, 2020, 2022, and 2024,
captured in March during the high-tide period. The extracted shorelines were
analyzed using the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) with the parameters
Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR), and Shoreline Change
Envelope (SCE). In addition, field surveys and interviews were conducted to
collect socio-economic data from the affected coastal communities.
The results show that several coastal segments, particularly in Trisik Beach, experienced significant abrasion, with shoreline retreat reaching tens of meters in each two-year period. This abrasion has led to the loss of pond areas, decreased agricultural productivity due to seawater intrusion, and the destruction of local economic assets. These conditions have driven livelihood shifts from aquaculture to dryland farming, which generally provides lower productivity. The economic vulnerability analysis indicates that several areas along the Kulonprogo coast fall into the moderate to high-risk category concerning economic sustainability.
Kata Kunci : Perubahan garis pantai, Abrasi, DSAS, Ekonomi pesisir, Kulonprogo, Sentinel-2A