Laporkan Masalah

Fraksi Karbon Labil dan Stabil pada Penggunaan Lahan Sawah, Hutan Albasia, dan Kebun Teh Wonosobo

Lusi Melawati, Dr.Agr Makruf Nurudin, S.P.,M.P

2025 | Skripsi | ILMU TANAH

Karbon organik tanah secara umum berpengaruh terhadaap ketersediaan hara dan stabilitas struktur tanah. Karbon organik tersedia dalam dua bentuk meliputi karbon stabil dan karbon labil. Karbon stabil tersedia dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan karbon labil. Pengelolaan lahan dan vegetasi mempengaruhi kandungan karbon organik yang ada dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lahan berupa : sawah, hutan albasia, dan kebun teh terhadap kandungan karbon labil dan stabil. Sampel tanah diambil dari ketiga penggunaan lahan dengan kemiringan dan elevasi yang sama sebanyak 8 ulangan, pada kedalaman 0-10 cm, 10-20 cm, dan 20-30 cm. Parameter karbon labil yang dianalisis meliputi C-POM (Carbon Particulate Organic Matter), C-Termineralisasi, C-BMT (Biomassa Mikroba Tanah), dan C-Larut Air. Sementara itu, parameter karbon stabil yang dianalisis meliputi asam humat, asam fulvat, dan humin, Hasil penelitoan menunjukkan bahwa penggunaan lahan kebun teh memiliki kandungan karbon labil dan stabil yang lebih tinggi dibandingkan pada hutan albasia dan sawah disebabkan karena tingginya masukan bahan organik dari seresah serta proses pemupukan. Oleh karena itu, peningkatan masukan bahan organik pada penggunaan lahan sawah harus dilakukan untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan. 


Soil organic carbon affects soil pH, nutrient availability, and soil structural stability. Soil carbon forms consist of stable and labile carbon. Stable carbon is available in soils longer than labile carbon. Land and vegetation management affect the form and content of soil organic carbon. This study aims to determine the effect of land use, such as: rice fields, albasia forests, and tea plantations, on the content of labile and stable carbon. Soil samples were taken from the three land uses with the similar elevation and slope, at soil depths of 0-10 cm, 10-20 cm, and 20-30 cm, with eight replications. The labile carbon parameters analyzed include Carbon Particulate Organic Matter (C-POM), Mineralized Carbon, Soil Microbial Biomass, and Water Dissolves Carbon. Meanwhile, the stable carbon parameters analyzed include humic acid, fulvic acid, and humin. The result showed that tea plantations had higher both of labile and stable carbon content than albasia forest and rice fields due to high input of organic matter from litter, root exudates, and the application of organic matter. Therefore, it is recommended that land use for rice fields be increased in organic matter to maintain productivity and sustainability.

Kata Kunci : Karbon stabil, karbon labil, kebun teh, albasia, sawah

  1. S1-2025-476770-abstract.pdf  
  2. S1-2025-476770-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-476770-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-476770-title.pdf