Laporkan Masalah

Teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi untuk arahan pengelolaan jalan kabupaten Kuningan propinsi Jawa Barat

Prastanto Ariyanto , Drs. R. Suharyadi, M.Sc.

2005 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFROMASI GEOGRAFI SV

INTISARI Kabupaten Kuningan merupakan kota berkembang yang memiliki banyak aset wisata, dirnana memerlukan suatu pelayanan transportasi yang memadai. Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan, terutama dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan dan dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah. Pengawasan serta pengendalian sejauh mungkin atas meningkatnya kebutuhan akan kenyamanan berlalu lintas ini merupakan tujuan yang dilakukan untuk dapat mernberikan tingkat kenyamanan dalam berialu lintas. Pemodelan spasial untuk arahan pengelolaan jalan diharapkan membantu dalam masukan dan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan terhadap operasional pengelolaan j alan. Tujuan penelitian ini adalah Pemetaan kondisi fisik lahan dan Pemodelan Spasial Arahan Pengelolaan Jalan dengan menggunakan Teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi. Dimana Teknik Penginderaan jauh dimanfaatkan untuk dapat menyaring atau menyadap penutup lahan yang kemudian dapat diturunkan untuk dapat menghasilkan informasi tentang kondisi fisik yang berupa penggunaan fahan. Dan dengan menggunakan teknik Sistem Informasi Geografi berbagai informasi secara spasial dapat dilakukan pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penyajian kembali data dalam format digital. Data yang digunakan sebagai parameter terhadap tingkat frekuensi pengelolaan jalan adalah penggunaan lahan, kemiringan lereng, drainase tanah, tekstur tanah, volurne lalu lintas dan kapasitas jalan, yang kemudian data diolah dengan cara tumpang susun. Dalam penentuan frekuensi tingkat perawatan jalan dimana digunakan metode pengharkatan untuk setiap variabel dari parameter yang digunakan, kemudian klasifikasi yang digunakan adalah klasifikasi relatif hasil dari jumlah harkat tertinggi dikurangi jurnlah harkat terendah dibagi dengan jumlah klasifikasi yang akan digunakan, dengan begitu klasifikasi yang dihasilkan dan digunakan terbagi atas tiga kelas, yaitu sering, sedang dan jarang. Hasil dari metode tumpang susun antara parameter yang digunakan menghasilkan data untuk kelas arahan pengelolaan sering dengan panjang jalan 10,926 km (1.69 %) yang terdapat pada jenis jalan kabupaten dengan ruas jalan Bakom-Sagarahiang, Kojengkang-Bendungan, Cimenga-Kondang Mekar dan ruas jalan Walaharcageur-Dukuhpicung dimana ber-asosiasi permukiman, perkebunan dan tegalan, untuk kelas arahan pengelolaan sedang sepanjang 59,593 km (9.25%), yang tersebar di Kecamatan Kuningan, Kadugede, Cigugur, Darma, Cilimus, Lebakwangi, Luragung, Ciawigebang, Cidahu dan Kecamatan Cimahi yang ber-asosiasi dengan permukiman, perkebunan, tegalan dan sawah irigasi, dan untuk kelas arahan pengelolaan jarang sepanjang 572,858 km (89.02%) yang tersebar merata disetiap kecamatan di Kabupaten Kuningan.

-

Kata Kunci : Pengelolaan jalan

  1. D3-2005-160722-Prastanto_Ariyanto-abstract.pdf  
  2. D3-2005-160722-Prastanto_Ariyanto-bibliography.pdf  
  3. D3-2005-160722-Prastanto_Ariyanto-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2005-160722-Prastanto_Ariyanto-title.pdf