Laporkan Masalah

Pemanfaatan citra digital landsat ETM+ dan sistem informasi geografi untuk penyusunan arahan perencanaan lahan wilayah pesisir kabupaten Gunung Kidul

Anis Nuria Perwitasari, Barandi Sapta Widartono, S.Si

2005 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFROMASI GEOGRAFI SV

INTISARI Pemanfaatan citra satelit Landsat ETM+ dan Sistem Informasi Geografi dapat digunakan untuk menghasilkan suatu arahan pemanfaatan lahan. Data citra satelit Landsat ETM+ setelah melatti beberapa tahap pemrosesan dengan software pengolah citra, yaitu ENVI 4.0 akan menghasilkan informasi mengenai keadaan fisik permukaan bumi yang meliputi keadaan penutup lahan dan bentuk lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh informasi akhir mengenai arahan pemanfaatan lahan adalah klasifikasi terhadap beberapa parameter yang berpengaruh terhadap kemampuan lahan dan kesesuaian lahan untuk pemanfaatan lahan tertentu. Parameter-parameter yang digunakan antara lain: peta klas lereng (diturunkan dari peta topografi), peta jenis tanah, peta tingkat bahaya erosi, peta kuantitas air, peta tekstur tanah, peta permeabilitas, peta kondisi batuan dan peta drainase tanah yang sebelumnya mengalami proses klasifikasi serta tahap overlay dan matching. Dalam metode matching ini, dilakukan perbandingan terhadap parameter-parameter yang berpengaruh terhadap kemampuan lahan dan kesesuaian lahan. Perbandingan terhadap parameter-parameter tersebut didasarkan pada kriteria kemarnpuan lahan yang dikemukakan Sitorus, 1985 dan kriteria kesesuaian lahan yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Tanah, Bogor dan FAO. Penentuan klas-klas kemampuan lahan dan kesesuaian lahan ini dengan mempertimbangkan faktor pembatas. Metode ini selain digunakan pada hasil akhir yang berupa arahan pemanfaatan lahan juga digunakan pada penentuan klas kemampuan lahan dan kesesuaian lahan. Daerah pesisir Gunungkidul memliki kemampuan lahan yang cukup baik untuk dirnanfaatkan sebagai lahan kering, yaitu termasuk dalam klas III dan yang berpotensi u.ntuk tanaman pertanian lahan kering, yaitu sebesar 32% untuk tegalan dan 0.3% usauk kebun yang letaknya menyebar di setiap kecamatan. Bentuk arahan pemanfaatan lahan lainnya yang terdapat di daerah ini adalah permukiman sebesar 31 % atau seluas 10699 ha, hutan sebesar 18% atau seluas 6199 ha. Sebagian besar daerah pesisir ini, diaralikan sebagai tegalan dan kebun sebagai kawasan lindung.

-

Kata Kunci : Wilayah pesisir, Pemanfaatan Citra Digital, Digital Lansat ETM+, Sistem, Informasi Geografi

  1. D3-2005-147269-Anis_Nuria_Perwitasari-abstract.pdf  
  2. D3-2005-147269-Anis_Nuria_Perwitasari-bibliography.pdf  
  3. D3-2005-147269-Anis_Nuria_Perwitasari-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2005-147269-Anis_Nuria_Perwitasari-title.pdf