Deteksi Dini Anomali Data Sensor UAV Menggunakan Isolation Forest
Dustin Rozan Muhammadiy, Prof. Ir. Nazrul Effendy, S.T, M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2025 | Skripsi | FISIKA TEKNIK
Pembangunan industri berkelanjutan sesuai SDG 9
memerlukan sistem monitoring yang andal, termasuk
pada Unmanned Aerial Vehicle
(UAV). Saat ini, deteksi
anomali data UAV di PT. Dirgantara Indonesia masih mengandalkan metode supervised learning yang membutuhkan
pelabelan manual.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja algoritma unsupervised learning Isolation Forest dalam
mendeteksi anomali pada data telemetri satu sekuen UAV MALE
tanpa proses pelabelan. Evaluasi dilakukan secara numerik menggunakan metrik AUPRC dan F1-Score untuk memastikan ketahanan terhadap
ketidakseimbangan data serta menghindari accuracy
paradox.
Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi anomali
berbasis Isolation Forest untuk data
telemetri UAV tak berlabel dengan pendekatan univariat. Berbasis metode
evaluasi data auxiliary, hasil
eksperimen pada data uji menunjukkan performa kuat dengan akurasi > 90%,
AUPRC rata-rata 90%, serta presisi, recall, dan F1-Score yang seimbang di atas 75%. Implementasi pada data telemetri
nyata berhasil memvalidasi model ini sebagai solusi efektif untuk pemantauan operasional UAV secara real-time tanpa
kebutuhan pelabelan manual.
Sustainable industrial development in line with SDG 9
requires reliable monitoring systems, including those for Unmanned Aerial
Vehicles (UAVs). At present, anomaly detection
in UAV data at PT. Dirgantara Indonesia still relies on supervised learning
methods that require manual labeling.
This study aims to evaluate the performance of the
unsupervised learning algorithm Isolation Forest
in detecting anomalies
within single-sequence telemetry data of MALE UAVs without labeling. The evaluation was carried out numerically
using AUPRC and F1-Score metrics to ensure robustness against data imbalance
and to avoid the accuracy paradox.
The research develops an anomaly detection system based
on Isolation Forest for unlabeled UAV telemetry data using a univariate
approach. Based on auxiliary data evaluation methods, the experimental results
indicate strong performance with accuracy above
90%, an average AUPRC of 90%, and balanced precision, recall, and F1-Score
exceeding 75%. Implementation on real telemetry data further validates this
model as an effective solution for real-time UAV operational monitoring without
the need for manual labeling.
Kata Kunci : Deteksi Anomali, UAV, Unsupervised Learning, Isolation Forest, Univariat