Efektivitas Ekstrak Daun Tembakau terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Sarocladium oryzae dan Fusarium spp., Penyebab Busukk Pelepah Padi secara in vitro
Alvaida Ekawati, Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.D., IPU.
2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHANPadi (Oryza sativa) merupakan salah satu komoditas pangan terpenting di Indonesia. Kehadiran faktor biotik yang memengaruhi produktivitas beras di Indonesia menjadikan penelitian terhadap faktor-faktor ini sangat penting. Salah satu faktor biotik tersebut adalah jamur patogen Sarocladium oryzae dan Fusarium spp. (Fusarium equiseti, Fusarium decemcellulare, dan Fusarium graminearum), yang dapat menyebabkan penyakit busuk pelepah padi. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian hingga 85%. Pengendalian ramah lingkungan diperlukan untuk dapat mengendalikan penyebab penyakit busuk pelepah padi. Isolat S. oryzae dan Fusarium spp. diperoleh dari koleksi Laboratorium Teknologi Pengendalian, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi efektif ekstrak daun tembakau sebagai biopestisida dalam menghambat pertumbuhan miselium S. oryzae dan Fusarium spp. dengan menilai kemampuan dalam penghambatan pertumbuhannya, berat bering miselium, dan produksi spora. Biopestisida ekstrak daun tembakau diperoleh secara hibah dari Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Konsentrasi ekstrak daun tembakau yang digunakan adalah 1%, 2%, dan 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tembakau dapat menghambat pertumbuhan miselium baik pada S. oryzae maupun Fusarium spp. dengan penghambatan terbaik pada konsentrasi 3%. Pada S. oryzae, ekstrak daun tembakau pada konsentrasi 1%, 2%, dan 3% mempunyai daya penghambatan masing-masing sebesar 60,52%; 70,26%; dan 100%, sedangkan pada Fusarium spp., ekstrak daun tembakau pada konsentrasi 1%, 2%, dan 3% mempunyai daya penghambatan masing-masing sebesar 23,25-70,72%; 42,79-81,19%; dan 47,26-87,52% tergantung pada spesies Fusarium. Berat kering miselium baik pada S. oryzae maupun Fusarium spp. cenderung menurun dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak daun tembakau. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun tembakau akan semakin menghambat pembentukan spora baik pada S. oryzae maupun pada Fusarium spp. Bahkan pada konsentrasi 3% tidak ada spora yang dibentuk pada S. oryzae.
Rice (Oryza sativa) is one of the most important food commodities in Indonesia. The presence of biotic factors affecting rice productivity in Indonesia makes research on these factors highly important. One of these biotic factors is the pathogenic fungi Sarocladium oryzae and Fusarium spp. (Fusarium equiseti, Fusarium decemcellulare, and Fusarium graminearum), which can cause sheath rot disease. This disease can result in losses of up to 85%. Environmentally friendly control is needed to manage the causes of rice sheath blight. Isolates of S. oryzae and Fusarium spp. were obtained from the collection of the Laboratory of Control Technology, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada. This study aimed to determine the effective concentration of tobacco leaf extract as a biopesticide in inhibiting the growth of S. oryzae and Fusarium spp. mycelium by assessing its ability to inhibit growth, mycelium weight, and spore production. The tobacco leaf extract biopesticide was obtained as a grant from the Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia. The concentrations of tobacco leaf extract used were 1%, 2%, and 3%. The results showed that tobacco leaf extract could inhibit mycelium growth in both S. oryzae and Fusarium spp., with the best inhibition at a concentration of 3%. In S. oryzae, tobacco of leaf extract at concentrations of 1%, 2%, and 3% had inhibition rates of 60,52%; 70,26%; and 100%, respectively, while in Fusarium spp. tobacco leaf extract at concentrations of 1%, 2%, and 3% exhibited inhibition rates of 23,25-70,72%; 42,79-81,19%; dan 47,26-87,52%, respectively, depending on the Fusarium species. The dry weight of mycelium in both S. oryzae and Fusarium spp., tends to decrease with increasing concentrations of tobacco leaf extract. Higher concentrations of tobacco leaf extract inhibit spore formation in both S. oryzae and Fusarium spp. Even at a 3% concentration, no spores were formed in S. oryzae.
Kata Kunci : biopestisida, Fusarium spp., penyakit busuk pelepah, Sarocladium oryzae, tembakau / biopesticide, Fusarium spp., Sarocladium oryzae, sheath rot disease, tobacco