Pergeseran orientasi politik Tuan Guru :: Studi kasus Pemilihan Umum Legislatif 2004 di Kabupaten Lombok Tengah
MUJIHARTA, Lalu, Dr. I Ketut Putra Erawan, MA
2005 | Tesis | S2 Ilmu PolitikTuan Guru sebagai ulama dan tokoh agama ditengah- tengah masyarakat Lombok Tengah mempunyai eksistensi yang sangat normatif dan strategis. Dalam segenap kebijakan dan keputusannya banyak mendapat panutan dari masyarakat, karena dianggap telah merefresentasikan nilai- nilai yang sangat normatif dan Islami. Orientasi politik Tuan Guru dimaknai sebagai bentuk perjuangan nilai atas dasar kebenaran, sehingga afiliasi politiknya kepada partai politik Islam banyak disertai dengan pertimbangan- pertimbangan dan orientasi politik dalam ajaran Islam, seperti ukhuwah Islamiah, keluarga, kesetiaan kepada guru, loyalitas kepada organisasi dan lain- lain. Orientasi politik Tuan Guru dapat bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik di tingkat pusat maupun daerah. Berlakunya Undang- undang No. 2 tahun 1999 dan Undang- undang No. 31 tahun 2002 tentang Partai Politik yang menganut sistem Multipartai sederhana telah memiliki implikasi terhadap pergeseran orientasi politik Tuan Guru. Tuan Guru di Lombok Tengah mengubah orientasi politiknya seiring perubahan sistem politik yang menjamin adanya “kebebasan†dan lebih demokratis sehingga berimplikasi terhadap pergeseran pilihan politik serta perolehan suara partai politik dalam pemilihan umum 1999 dan pemilihan umum legislatif 2004. Untuk mengetahui bagaimanakah pergeseran orientasi politik politik Tuan Guru, pengaruhnya terhadap pilihan politik serta implikasinya dalam perolehan suara diperlukan adanya sebuah penelitian secara cermat dengan sobyek penelitian Tuan Guru dan obyek penelitiannya adalah orientasi politik. Penelitian ini mengunakan sistem penulisan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif – komparatif dan historis. Berdasarkan hasil penelitian lapangan ; Pergeseran orientasi politik Tuan Guru disertai dengan adanya pergeseran afiliasi/ dukungan politik, sehingga mereka memberikan dukungan politik kepada partai politik atas dasar perjuangan politiknya yang dianggap benar dan tepat. Hal ini telah menyebabkan terjadinya pergeseran pilihan politik Tuan Guru dan berdampak secara signifikan terhadap perolehan suara partai politik pada pemilihan umum di Lombok Tengah. Pergeseran orientasi politik Tuan Guru sebagai bentuk perjuangan dalam arena memperebutkan kekuasaan diwujudkannya dengan mendukung partai- partai Islam. Dukungan terhadap partai- partai Islam adalah perjuangan mewujudkan kebenaran dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Logikanya adalah karena kekuasaan memiliki fungsi strategis dalam kehidupan bernegara sehingga harus diberikan kepada mereka yang dipercaya dan mampu mempertanggung jawabkannya. Orang- orang yang duduk dalam kekuasaan seyogyanya adalah orangorang yang mau dan mampu sebagai wakil rakyat guna melaksanakan fungsi agregasi dan artikulasi bagi kepentingan dan kemaslahatan umat. Hasil kajian ini dapat menjadi salah satu referensi teoritik lokalitas dalam menkaji corak entitas lokal yang hidup dan berkembang di Lombok Tengah. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah keilmuan secara teoritik tentang tokoh/ ulama Islam khususnya di Lombok Tengah yang disebut dengan Tuan Guru. Dengan mengetahui orientasi politik Tuan Guru sebagai informal leader dan visibel leader ditengah- tengah masyarakat Lombok Tengah, hendaknya dapat menjadi bahan masukan penting guna mewujudkan kehidupan yang lebih demokratis dalam masyarakat, menempatkan fungsi dan peran strategisnya dalam pelaksanaan pemerintahan daerah yang berbasis otonomi.
Tuan guru as ulamas and religious figures in Lombok Tengah society has normative and strategic existence. His policy and decision are followed by people, because of having represented normative and Islamic values. Political orientation of Tuan Guru is understood as form of value struggle based on trueness, so his political affiliation to Islamic political party is accompanied with political consideration and orientation in Islamic teaching such as ukhuwah, Islamiah, family, loyalty to teacher, loyalty to organization and so on. Political orientation of Tuan Guru may be dynamic in nature and influenced by some factor, either in central or local level. Functioning Law No.2/1999 and Law No.31/2002 on political party, which follow simple multiparty system, have implication of political orientation change of Tuan Guru. Tuan Guru in Lombok Tengah change political orientation along with political system change that guarantee freedom and more democratic that, in turn, implicate on change of political choice and vote result of political party in 1999 general election and 2004 legislative election. To find out how is the Mr. Teacher political orientation movement, its effect on the political choice, and its implication on the vote acquisition need the existence of a cautious research with Mr. Teacher and political orientation as the subjects. This study used qualitative writing with descriptive-comparative and historical research method. Change of Tuan Guru's political orientation is accompanied with change of political affiliation/support, so the give political support to political party based on political struggle considered being true and appropriate. It causes political choice change of Tuan Guru and impact significantly on vote result of political party in general election on Lombok Tengah. The political orientation change of Tuan Guru as form of struggle in arena competing power is impement3ed with supporting Islamic party. The support on Islamic parties is a struggle to realize trueness in state and nation life. The logic is due to power have strategic function in state life, so it should be given to one who is believed and accountable. The people in power should be people who have willingness and capable of being people representative to do aggregation function and articulation for people interest and benefit. The result of this study could be one of the theoretical reference of localities in studying the local entity style living and growing in Central Lombok. This study is expected to enrich the scientific knowledge theoretically about the personage/Islamic religious person, especially in Central Lombok called as Mr. Teacher. Knowing the political orientation of Mr. Teacher as the informal leader and visible leader in the middle of Central Lombok society, it suppose to be an important input to manifest more democratic life in the society, place its strategic function and role in the implementation of autonomy-based local government.
Kata Kunci : Pemilu,Partisipasi Politik,Tuan Guru