KAJIAN SIFAT-SIFAT PRODUKSI UNGGUL SAPI PERANAKAN ONGOLE KEBUMEN JANTAN DAN BETINA DI KABUPATEN KEBUMEN
Ai Fajar Saputri, Prof. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng
2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat produksi, karakteristik eksterior, preferensi peternak dan kinerja reproduksi sapi Peranakan Ongole (PO) Kebumen. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ambal, Bonorowo, dan Mirit dengan metode wawancara peternak, pengukuran ukuran tubuh serta pengamatan karakterisik eksterior. 55 orang peternak dengan 13 ekor Sapi PO Kebumen jantan diatas 1 tahun dan 43 ekor sapi PO Kebumen betina minimal 2 kali beranak digunakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa sapi PO Kebumen jantan memiliki ukuran lingkar dada, lebar dada, tinggi gumba, panjang badan, dalam dada, tinggi pinggul, lebar pinggul, panjang kepala, lebar kepala secara berurutan yaitu 167,23±21,93; 47,77±9,14; 136,08±9,17; 135,54±12,24; 66,38±9,38; 142,85±17,80; 37,85±7,34; 49,15±5,32; 22,15±3,41, sedangkan pada sapi PO Kebumen betina di Ambal dan Mirit yaitu 172±11,05 dan 167,67±7,22; 47,89±4,31 dan 47,70±5,10; 132,33±6,60 dan 133,17±4,44; 137,55±6,35 dan 137,88±6,58; 69,70±6,18 dan 63,82±5,01; 137,66±5,47 dan 136,76±3,86; 43,33±3,96 dan 40,00±3,16; 48,60±1,90 dan 47,35±2,34; 21,48±1,99 dan 20,05±2,10. Hasil karakteristik eksterior kualitatif jantan betina yaitu mayoritas gelambir tebal berlipat, kepala datar, serta pada jantan punuk besar dan ambruk seperti kembang turi. Hasil preferensi peternak yang menjadi peringkat satu yaitu ukuran tubuh. Hasil umur pertama kawin, umur pertama melahirkan, PPE, PPM, interval kelahiran, dan S/C sapi PO Kebumen betina di Kecamatan Ambal dan Mirit secara berurutan yaitu 22,00±5,51 dan 24,94±4,24; 31,85±5,48 dan 34,41±4,35; 102,96±23,66 dan 110,47±64,21; 109,63±23,28 dan 129,23±58,90; 15,03±1,89 dan 14,76±1,43; 2,03±1,05 dan 2,05±0,89. Sapi PO Kebumen memiliki potensi genetik dan produktivitas yang baik sehingga perlu dipertahankan kemurniannya serta ditingkatkan melalui seleksi ukuran tubuh dan perbaikan manajemen reproduksi untuk mendukung keberlanjutan plasma nutfah nasional.
This study aimed to examine the production traits, exterior characteristics, farmer preferences, and reproductive performance of Kebumen Ongole Grade (PO) cattle. The research was conducted in Ambal, Bonorowo, and Mirit Sub-districts using farmer interviews, body measurements, and observations of exterior characteristics. A total of 55 farmers, 13 Kebumen PO bulls over one year old, and 43 Kebumen PO cows with at least two calvings were involved in this study. The results showed that Kebumen PO bulls had chest girth, chest width, withers height, body length, chest depth, hip height, hip width, head length, and head width of 167.23±21.93; 47.77±9.14; 136.08±9.17; 135.54±12.24; 66.38±9.38; 142.85±17.80; 37.85±7.34; 49.15±5.32; and 22.15±3.41 cm, respectively. Meanwhile, Kebumen PO cows in Ambal and Mirit recorded values of 172±11.05 and 167.67±7.22; 47.89±4.31 and 47.70±5.10; 132.33±6.60 and 133.17±4.44; 137.55±6.35 and 137.88±6.58; 69.70±6.18 and 63.82±5.01; 137.66±5.47 and 136.76±3.86; 43.33±3.96 and 40.00±3.16; 48.60±1.90 and 47.35±2.34; 21.48±1.99 and 20.05±2.10 cm, respectively. Qualitative exterior traits showed that most bulls and cows had thick folded dewlaps and flat heads, while bulls were characterized by large, pendulous humps resembling kembang turi. Farmer preference was primarily ranked based on body size. The reproductive performances of Kebumen PO cows in Ambal and Mirit were as follows: age at first mating (22.00±5.51 and 24.94±4.24 months), age at first calving (31.85±5.48 and 34.41±4.35 months), postpartum estrus (102.96±23.66 and 110.47±64.21 days), postpartum mating (109.63±23.28 and 129.23±58.90 days), calving interval (15.03±1.89 and 14.76±1.43 months), and service per conception (2.03±1.05 and 2.05±0.89). Kebumen PO cattle possess good genetic potential and productivity; thus, maintaining their purity and improving them through body size selection and reproductive management is essential to support the sustainability of national genetic resources
Kata Kunci : Karakteristik eksterior kualitatif, Karakteristik eksterior kuantitatif, Kinerja reproduksi betina, Sapi PO Kebumen