Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Terhadap Isolat Klinis Bakteri Klebsiella pneumoniae MDR
Aprilia Eka Widiana, Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Tantangan dalam
kesehatan global salah satunya akibat meningkatnya bakteri Multidrug
Resistant seperti Klebsiella pneumoniae terhadap antibiotik semakin meningkat.
Keadaan ini memicu pengobatan alternatif yang lebih aman terutama dari
bahan-bahan alami. Salah satu usaha yang digunakan yaitu dengan penggunaan
senyawa ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.). Uji antibiotik ini
dilakukan dengan metode disk diffusion, senyawa bioaktif diidentifikasi
melalui analisis GC-MS kemudian dievaluasi lebih lanjut dengan uji molecular
docking untuk memprediksi binding affinity terhadap native ligand.
Pada uji antibiotik ekstrak tunggal pelarut etil asetat dan etanol konsentrasi
1g/ml menghasilkan zona hambat sebesar 17,00 ± 1,47 mm dan 26,27 ± 1,01 mm. Bakteri MDR juga menunjukkan
zona hambat yang lebih besar dibandingkan dengan bakteri ATCC dengan atau tanpa
adanya ciprofloxacin. Dalam uji GC-MS didapatkan hasil senyawa eugenol
merupakan senyawa yang paling banyak ditemukan dengan luas area 55,04%. Protein
SHV-1 ?-laktamase digunakan sebagai protein docking yang ditemukan pada
kromosom maupun plasmid sebagai resistensi bakteri. Senyawa Pregn-5-en-20-one, 3-(acetyloxy)-16,17-epoxy-6-methyl-, (3
merupakan senyawa berpotensi menghambat bakteri MDR melalui uji molecular
docking dengan nilai binding site -8,5. Hasil ini diharapkan dapat
menjadi penelitian awal potensi daun cengkeh sebagai antibakteri.
The global health challenge includes the increasing prevalence of Multidrug-Resistant bacteria such as Klebsiella pneumoniae against antibiotics. This situation drives the search for safer alternative treatments, especially from natural materials. One effort used is the application of compounds from clove leaf extract (Syzygium aromaticum L.). The antibiotic test was conducted using the disk diffusion method; bioactive compounds were identified through GC-MS analysis and further evaluated using molecular docking tests to predict binding affinity against the native ligand. In the antibiotic test, single extracts using ethyl acetate and ethanol solvents at a concentration of 1 g/ml produced inhibition zones of 17.00 ± 1.47 mm and 26.27 ± 1.01 mm, respectively. The MDR bacteria also showed larger inhibition zones compared to the ATCC strain, with or without ciprofloxacin. GC-MS analysis revealed that eugenol was the most abundant compound, accounting for 55.04% of the total area. The SHV-1 ?-lactamase protein, found on both chromosomes and plasmids and associated with bacterial resistance, was used as the docking protein. The compound Pregn-5-en-20-one, 3-(acetyloxy)-16,17-epoxy-6-methyl- showed potential to inhibit MDR bacteria through molecular docking tests with a binding site value of -8.5. These results are expected to serve as preliminary research on the potential of clove leaves as antibacterial agents.
Kata Kunci : Antibakteri, Ekstrak Daun Cengkeh, Molekuler Docking, Multidrug Resisten, Infeksi Saluran Kemih