Laporkan Masalah

Perhitungan tingkat erosi tanah dengan menggunakan sistem informasi geografi di daerah tangkapan waduk Kedung Ombo propinsi Jawa Tengah

Yudho Amboro, Drs. Sudaryatno, M.Si

2005 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFROMASI GEOGRAFI SV

ABSTRAK Penelitian mengenai pemetaan bahaya erosi di Daerah Tangkapan waduk Kedung Ombo ini bertujuan untuk (1) Memprediksi laju erosi tanah berdasarkan pengukuran parameter fisik lahan dan pengetahui pesebaran bahaya erosi didaerah penelitian dengan metode USLE. (2) Menyajikan peta dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian yang akan datang. Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Erosi menyebabkan hilangnya lapisan tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah. Penentunan daerah erosi harus terlebih dahulu dilakukan sebelum pengolahan lahan dilakukan, sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Penentuan daerah bahaya erosi dapat dilakukan dengan bantuan data geografis yang diolah secara kartografis. Penentuan daerah bahaya erosi memerlukan informasi data spasial. Oleh karena itu diperlukan teknologi yang dapat mendorong tujuan diatas, salah satu teknologi tu adalah sistem informasi geografi (SIG). Dengan penggunaan teknologi SIG pengolahan data untuk pemetaan bahaya erosi dapat mempermudah pengerjaannya karena SIG memberikan kemudahan dalam pengumpulan dan pengolahan data. Pengumpulan data dan pengolahan data dalam SIG mengunakan fasilitas arcview dan arcinfo dimana dilakukan pembobotan/pengharkatan, tumpangsusun (overlay) dan juga penyajian hasil akhir dengan kartografis (layout peta). Perhitungan besarnya erosi dalam penelitian ini menggunakan metode kehilangan tanah maksimum yang dikembangkan oleh Wischmier dan Smith yang umum dikenal dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan dan jenis tanah. Dari variabel-variabel tersebut akan didapatkan nilai indeks erosivitas hujan, nila indeks erodibilitas tanah, nilai indeks panjang dan kemiringan lereng, nilai indeks pengelolaan tanaman dan konservasi lahan. Peta bahaya erosi diperoleh dengan menumpangsusunkan (overlay) terhadap peta-peta tematik yang merupakan variabel-variabel erosi tersebut. Hasil penelitian ini adalah berupa peta bahaya erosi yang menggambarkan besarnya erosi dan persebarannya didaerah penelitian yang menunjukkan bahwa didaerah penelitian memiliki klas bahaya erosi dari klas I hingga klas III. Bahaya erosi klas I, tanah yang hilang sebesar 18 ton/ha/th meliputi area seluas 398.814,95 ha (64.62%), Klas bahaya erosi II, tanah yang hilang sebesar 1851 ton/ha/th meliputi area seluas 156.850.04 ha (25.41%), Bahaya erosi klas III, tanah yang hilang sebesar 51 ton/ha/th meliputi area seluas 61.544.33 ha (9.97%). Besar kecilnya erosi yang terjadi dipengaruhi oleh masing-masing variabel terjadinya erosi. Pada umumnya daerah penelitian memiliki bahaya erosi klas I sehingga dapat dikatakan bahwa daerah tangkapan waduk kedung ombo bahaya erosinya kecil. Metode konservasi tanah yang sesuai untuk diterapkan didaerah penelitian bila dilihat dari variabel penyebab terjadinya erosi yang paling berpengaruh adalah vegetasi dengan reboisasi dan penghijauan disertai metode teknis dengan pembuatan teras atau bangunan pengendali jurang karena bahaya erosi klas III (berat) banyak terjadi pada daerah dengan kemiringan lereng curam hingga sangat curam.

-

Kata Kunci : Erosi Tanah, Sistem Informasi Geografi, Waduk Kedung Ombo, Jawa Tengah

  1. S1-2005-152727-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-152727-Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-152727-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-152727-Title.pdf