Laporkan Masalah

Transformasi Ruang Berbagi (Shared Space) di Permukiman Perdesaan Terisolasi: Kasus Permukiman Tepi Sungai Kecamatan Teluk Meranti, Riau

Tengku Azirudin, Dr. Dyah Titisari Widyastuti, S.T., MUDD;Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MURP., Ph.D

2025 | Disertasi | S3 Teknik Arsitektur

Konsep ruang berbagi merupakan fenomena yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya, konsep ini merupakan rekayasa lalu lintas yang diciptakan untuk menjawab permasalahan di jalan raya. Namun seiring dengan perkembangan waktu, konsep tersebut telah banyak diterapkan pada ruang publik maupun privat. Berbeda dengan konsep awalnya di kota yang merupakan konsep diciptakan untuk rekayasa lalu lintas, penggunaan ruang berbagi di permukiman perdesaan tepi sungai Kecamatan Teluk Meranti, kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau merupakan solusi untuk akses pergerakan masyarakat dikarenakan keterbatasan akses terhadap jalan umum. Pada saat ini banyak terjadi perubahan setelah desa-desa yang ada di Kabupaten Pelalawan bagian pesisir terhubung dengan sistem jaringan transportasi darat yang sebelumnya hanya menggunakan jalur transportasi sungai. Perubahan tersebut secara perlahan mempengaruhi penggunaan ruang berbagi di darat, rakit, dan sungai

Ada dua tujuan dari penelitian ini, yaitu : (1) mendeskripsikan transformasi ruang berbagi di permukiman perdesaan tepi sungai, (2) mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi transformasi ruang berbagi tersebut. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan kasus jamak terpancang pada lokasi yang dianggap memenuhi kriteria penelitian. Teknik analisis yang digunakan dalam mendeskripsikan transformasi ruang berbagi menggunakan metode explaining change dengan pendekatan case dynamics matrix, sedangkan teknik analisis untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi perubahan ruang berbagi dari waktu ke waktu menggunakan explaining causation dengan pendekatan causal network: within-case analysis dan causal network: cross-case analysis.

Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa transformasi ruang berbagi dipermukiman perdesaan tepi sungai dideskripsikan melalui tiga hal, yaitu: (1) tahapan transformasi, (2) cara dan elemen yang bertransformasi, dan (3) tingkat kompleksitas keberbagian. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya transformasi tersebut dikategorikan menjadi empat kategori yaitu : infrastruktur, transportasi, sosial ekonomi, serta lingkungan dan operasional.

Penelitian ini berkontribusi terhadap memperkaya teori transformasi ruang berbagi, khususnya pada kasus permukiman perdesaan terisolasi di tepi sungai, dengan mengungkap pendekatan dalam mendeskripsikan transformasi ruang berbagi melalui tahapan, cara dan elemen yang bertransformasi, dan kompleksitas keberbagian. Selain itu, penelitian ini  juga berkontribusi dalam mengidentifikasi faktor yang memicu terjadinya transformasi ruang berbagi tersebut, beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya

The concept of shared space is a phenomenon commonly observed in everyday life. Initially, it emerged as a traffic engineering solution to address highway-related problems. Over time, however, it has been increasingly applied in both public and private domains. Unlike its original application in urban areas for traffic management, the notion of shared space in riverside rural settlements in Teluk Meranti District, Pelalawan Regency, Riau Province, functions as a community access strategy in response to limited public road infrastructure. At present, substantial changes have taken place since the villages in coastal Pelalawan Regency became connected to the land transportation network, whereas they had previously relied exclusively on river routes. These changes have gradually reshaped the configuration of shared spaces on land, rafts, and rivers.

The aims of this research are: (1) to describe the transformation of shared space in riverside rural settlements, and (2) to identify and analyze the factors influencing this transformation. The study employs a multiple-case study design, with cases selected based on their relevance to the research criteria. To describe the transformation of shared space, the analysis applies the explaining change method through the case dynamics matrix approach. To identify the factors influencing the transformation of shared space over time, the analysis employs explaining causation using a causal network approach, comprising both within-case analysis and cross-case analysis.

The results of this study reveal that the transformation of shared space in riverside rural settlements can be examined through three primary aspects: (1) the stages of transformation, (2) the methods and elements involved in the transformation, and (3) the complexity of sharing. Furthermore, the factors influencing this transformation are classified into four categories: infrastructure, transportation, socio-economic, and environmental/operational.

This research contributes to advancing the theory of shared space transformation, particularly in isolated riverside rural settlements, by introducing an approach that explains transformation through its stages, the methods and elements involved, and the complexity of sharing. Furthermore, the study identifies both the triggering and influencing factors underlying the transformation of shared space.

Kata Kunci : transformasi ruang berbagi, permukiman perdesaan, terisolasi, tepi sungai, Teluk Meranti

  1. S3-2025-470210-abstract.pdf  
  2. S3-2025-470210-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-470210-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-470210-title.pdf