ANALISIS SENTIMEN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KERETA REL LISTRIK RUTE YOGYAKARTA – SURAKARTA BERBASIS MEDIA SOSIAL X TAHUN 2024
Benedictus Haryo Wisnugroho, Hafidz Wibisono, S.T., M.T., Ph.D.
2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH
Transportasi
publik berperan penting dalam mendukung mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.
Salah satu moda yang menghubungkan Kota Yogyakarta dan Kota Surakarta adalah
Kereta Rel Listrik (KRL) yang dioperasikan sejak 2021. Dengan jumlah penumpang
mencapai hampir 8 juta pada 2024, penting untuk memahami persepsi publik
terhadap pelayanannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen pengguna
KRL Yogyakarta–Surakarta berdasarkan data media sosial, mengevaluasi performa
model klasifikasi, serta mengkaji distribusi temporal sentimen pada isu-isu
utama pelayanan. Metode penelitian menggunakan data tweet dari platform
X yang dikumpulkan melalui teknik web scraping. Data diproses
menggunakan Indonesia RoBERTa Base Sentiment Classifier untuk
klasifikasi sentimen, serta BERTopic untuk identifikasi isu utama.
Evaluasi model dilakukan menggunakan metrik accuracy, precision, recall,
dan F1-score, dengan manual labelling sebagai ground truth.
Analisis temporal digunakan untuk melihat dinamika sentimen dan isu sepanjang
tahun. Hasil penelitian menunjukkan distribusi sentimen relatif seimbang,
dengan dominasi isu negatif pada aspek jumlah armada dan frekuensi perjalanan,
kenyamanan dan keamanan, serta perilaku penumpang lain. Model klasifikasi
menunjukkan performa baik dengan accuracy di atas 80%. Analisis temporal
mengungkap puncak sentimen negatif pada periode tertentu yang berpotensi
berkaitan dengan adanya libur panjang. Kesimpulan yang dapat diambil meskipun
KRL Yogyakarta–Surakarta menjadi moda transportasi penting, masih terdapat
aspek layanan yang memerlukan perbaikan, khususnya terkait kenyamanan,
keamanan, dan keandalan jadwal. Hasil ini diharapkan menjadi masukan bagi PT
KAI Commuter dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan kualitas layanan dan
mendorong peralihan ke transportasi publik.
Public transportation plays a vital role in supporting sustainable urban mobility. One of the modes connecting Yogyakarta City and Surakarta City is the Electric Rail Train (KRL), which has been operating since 2021. With nearly 8 million passengers recorded in 2024, it is important to understand public perceptions of its services. This study aims to analyze user sentiment towards the Yogyakarta–Surakarta KRL service based on social media data, evaluate the performance of the classification model, and examine the temporal distribution of sentiments across key service issues. The research method utilized tweet data from the X platform, collected through web scraping. The data were processed using the Indonesia RoBERTa Base Sentiment Classifier for sentiment classification and BERTopic for identifying main issues. Model evaluation employed accuracy, precision, recall, and F1-score metrics, with manual labeling as the ground truth. Temporal analysis was conducted to observe sentiment and issue dynamics throughout the year.The results show a relatively balanced sentiment distribution, with negative sentiments dominating in issues related to fleet size and travel frequency, comfort and safety, as well as passenger behavior. The classification model performed well, achieving an accuracy above 80%. Temporal analysis revealed peaks in negative sentiment during certain periods, often linked to holiday the season. In conclusion, although the Yogyakarta–Surakarta KRL serves as an important transportation mode, several service aspects require improvement, particularly in comfort, safety, and schedule reliability. These findings are expected to provide valuable input for PT KAI Commuter and policymakers in enhancing service quality and encouraging a shift towards public transportation.
Kata Kunci : Analisis Sentimen, Transportasi Publik, KRL Jogja – Solo , Twitter, RoBERTa