Laporkan Masalah

Studi Spesies dan Sarang Semi-Alami Penyu di Pantai Pelangi, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

DIMAS ANGGORO PUTRANTO, Donan Satria Yudha, S. Si., M. Sc.

2025 | Skripsi | BIOLOGI

Pantai di Indonesia merupakan habitat bertelur dan bersarang penyu. Enam dari tujuh spesies penyu telah teridentifikasi bertelur dan bersarang di perairan Indonesia. Penyu menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut, tetapi mereka bertelur dan bersarang di pantai. Telur penyu di pantai sangat rentan terhadap gangguan hewan dan manusia, sehingga upaya relokasi telur dari sarang alami ke sarang semi alami di penangkaran perlu dilakukan. Karakteristik sarang penyu memiliki pengaruh terhadap tingkat keberhasilan penetasan telur penyu. Karakteristik sarang yang penting terutama untuk inkubasi dan penentuan jenis kelamin penyu adalah suhu dan kelembapan. Penelitian ini membandingkan pengaruh suhu dan kelembapan pasir terhadap keberhasilan penetasan telur penyu. Sarang yang diteliti adalah sarang semi alami (sarang A) dan sarang buatan dengan media ember dalam pasir (sarang B) di pesisir selatan Bantu, khususnya Pantai Pelangi. Penelitian dilakukan dengan identifikasi spesies penyu dan pengukuran parameter fisika-kimia (pengukuran suhu dan kelembapan pasir) pada kedua tipe sarang. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier dan uji-T. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa sarang buatan (tipe B) memiliki persentase keberhasilan yang lebih tinggi, yaitu 77%, dibandingkan sarang alami (tipe A). Hal ini diduga karena media buatan pada sarang B mampu mempertahankan suhu dan kelembapan yang lebih stabil, dengan rata-rata suhu 27,71–39,19°C dan kelembapan 14,80–17,38%. Sebaliknya, sarang A memiliki fluktuasi parameter yang lebih lebar, yaitu suhu 28,74–41,02°C dan kelembapan 16,33–18,76%.

Indonesian beaches are nesting and breeding habitats for sea turtles. Six out of seven existing sea turtle species have been identified to nest in Indonesian waters. Although sea turtles spend most of their lives in the ocean, they come ashore to lay their eggs on beaches. These eggs on the beach are highly vulnerable to disturbances from animals and humans, making conservation efforts such as relocating eggs from natural nests to semi-natural nests in captivity necessary. The characteristics of a nest significantly influence the hatching success rate of sea turtle eggs. Key nest characteristics, particularly for incubation and sexual determination of the hatchlings, are temperature and humidity. This study compares the effect of sand temperature and humidity on the hatching success of sea turtle eggs. The nests investigated were semi-natural nests (Nest A) and artificial nests using a bucket medium placed in the sand (Nest B) on the southern coast of Bantu, specifically at Pelangi Beach. The research was conducted by identifying the turtle species and measuring the physics-chemical parameters (sand temperature and humidity) of both nest types. Data analysis was performed using linear regression and T-test. The results of the study indicate that the artificial nest (Type B) had a higher success rate of 77% compared to the semi-natural nest (Type A). This is presumably because the artificial medium in Nest B maintained more stable temperature and humidity, with an average temperature range of 27.71–39.19°C and humidity of 14.80–17.38%. In contrast, Nest A exhibited wider parameter fluctuations, with a temperature range of 28.74–41.02°C and humidity of 16.33–18.76%.

Kata Kunci : penyu, telur penyu, sarang alami, sarang semi alami, Pantai Pelangi/sea turtle, turtle egg, natural nest, semi-natural nest, Pelangi Beach

  1. S1-2025-461034-abstract.pdf  
  2. S1-2025-461034-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-461034-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-461034-title.pdf