Hubungan antara Lama Menjalani Terapi Hemodialisis dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dan Pengasuh Keluarga di RS PKU Muhammadiyah Bantul
Afifah Salma Fauzia, Dwi Harjanto, S.Kp., M.Sc; Haryani, S.Kp., M.Kes., Ph.D
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Kecemasan merupakan salah satu dampak psikologis yang umum dialami oleh pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani terapi hemodialisis. Proses terapi yang panjang dan berulang dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis pasien. Selain itu, pengasuh keluarga yang turut mendampingi pasien juga berisiko mengalami kecemasan akibat beban perawatan. Lama waktu menjalani terapi berpotensi mempengaruhi tingkat kecemasan baik pada pasien maupun pengasuh, namun belum banyak penelitian yang mengeksplorasi hubungan tersebut secara bersamaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menjalani terapi hemodialisis dengan tingkat kecemasan pada pasien PGK dan pengasuh keluarga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 135 pasien PGK dan 135 pengasuh keluarga di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal.
Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan negatif signifikan antara lama menjalani terapi hemodialisis dengan tingkat kecemasan pasien PGK (p = 0,014 ; r = -0,210). Sementara itu, hubungan antara lama menjalani terapi dengan tingkat kecemasan pengasuh keluarga menunjukkan korelasi negatif yang tidak signifikan secara statistik (p = 0,845 ; r = -0,017).
Lama menjalani terapi hemodialisis berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pasien PGK, di mana kecemasan cenderung menurun seiring lamanya menjalani terapi. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara lama menjalani terapi hemodialisis pasien PGK dengan tingkat kecemasan pengasuh keluarga. Penelitian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap aspek psikologis baik pasien maupun pengasuh dalam manajemen PGK.
Anxiety is a common psychological impact experienced by Chronic Kidney Disease (CKD) patients undergoing hemodialysis. The lengthy and repetitive therapy process can impact the patient's psychological well-being. Furthermore, family caregivers who accompany the patient are also at risk of experiencing anxiety due to the burden of care. The length of therapy has the potential to influence anxiety levels in both patients and caregivers, but few studies have explored this relationship simultaneously.
This study aims to determine the relationship between the duration of undergoing hemodialysis therapy and the level of anxiety in CKD patients and their family caregivers.
This research used a quantitative analytic approach with a cross-sectional design involving 135 CKD patients and 135 family caregivers at PKU Muhammadiyah Hospital, Bantul. The instrument used was the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data were analyzed using the Spearman correlation test because the data were not normally distributed.
The results showed a significant negative correlation between the duration of hemodialysis therapy and the level of anxiety in CKD patients (p = 0,014 ; r = -0,210). However, the correlation between therapy duration and the anxiety level of family caregivers was negative but not statistically significant (p = 0,845 ; r = -0,017). Conclusion: The duration of hemodialysis therapy influences the anxiety levels of CKD patients, with anxiety tending to decrease with the duration of therapy. However, there was no significant association between the duration of hemodialysis therapy in CKD patients and the anxiety levels of family caregivers. This study highlights the importance of addressing the psychological aspects of both patients and caregivers in CKD management.
Kata Kunci : Penyakit Ginjal Kronis, Terapi Hemodialisis, Tingkat Kecemasan, Pengasuh Keluarga