HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN INSTAGRAM DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA BERUSIA 13-15 TAHUN
Christy Meha, Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D. ; Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Remaja 13-15
tahun cenderung bertindak berdasarkan emosi, menjadi sangat rentan terlibat
dalam cyberbullying. Tingginya cyberbullying di
Indonesia baik sebagai pelaku maupun korban dipengaruhi oleh salah dua faktor
yakni intensitas penggunaan media sosial Instagram yang tinggi dan konformitas
teman sebaya.
Tujuan Penelitian: Mengetahui
hubungan intensitas penggunaan media sosial Instagram dengan perilaku cyberbullying sebagai
pelaku dan korban pada remaja berusia 13-15 tahun di SMP Yogyakarta serta
mengetahui hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku cyberbullying sebagai
pelaku dan korban pada remaja berusia 13-15 tahun di SMP Yogyakarta.
Metode: Jenis penelitian ini
kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel
sebanyak 203 siswa SMP Joannes Bosco dan SMP Budya Wacana yang ditentukan
dengan multistage cluster random sampling, proportionate stratified
random sampling, purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan pada
19-20 Juni 2025. Instrumen yang digunakan ada tiga yaitu SPMSI, RCBI II, dan
SKTS oleh Sandi (2018). Analisis data menggunakan uji korelasi Chi Square.
Hasil: Sebagian besar remaja
(76,4%) menunjukkan intensitas penggunaan Instagram sedang. Sebagian besar
remaja (40,9%) tidak terlibat dalam perilaku cyberbullying.
Sebagian besar remaja (65,5%) menunjukkan konformitas teman sebaya sedang.
Terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan Instagram dengan
perilaku cyberbullying (p=0,008). Konformitas teman sebaya tidak
menunjukkan hubungan signifikan dengan perilaku cyberbullying (p=0,798).
Kesimpulan: Terdapat hubungan
yang bermakna antara intensitas penggunaan media sosial Instagram dengan
perilaku cyberbullying pada remaja, tetapi tidak terdapat hubungan yang
bermakna antara konformitas teman sebaya dengan perilaku cyberbullying pada
remaja.
Kata Kunci: cyberbullying,
intensitas penggunaan Instagram, konformitas teman sebaya, remaja berusia 13-15
tahun
Background: Adolescents aged
13 to 15, who often act emotionally and impulsively, are particularly
vulnerable to engaging in cyberbullying behavior. The high prevalence of
cyberbullying in Indonesia, both among perpetrators and victims, is partly
attributed to the high intensity of Instagram usage and peer community.
Objective: To identify the
relationship between Instagram usage intensity and cyberbullying behavior, both
as perpetrators and victims, among adolescents aged 13-15 at junior high
schools in Yogyakarta, and to assess the relationship between peer conformity
and cyberbullying behavior in the same population.
Method: This research used a
quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 203
students from SMP Joannes Bosco and SMP Budya Wacana. Participants were
selected using multistage cluster random sampling, proportionate stratified
random sampling, and purposive sampling. Data were collected on June 19-20,
2025. Data were collected on June 19-20, 2025, using three instruments are
SPMSI, RCBI-II, and SKTS. Data were collected via Google Forms and analyzed
using the Chi-Square correlation test.
Results: Most adolescents
(76.4%) had a moderate level of Instagram usage intensity, 40,9% were not
involved in cyberbullying, and 65,5% showed moderate peer conformity. A
significant relationship was found between Instagram usage intensity and
cyberbullying (p=0,008). Peer conformity did not show a significant
relationship with cyberbullying (p=0,798).
Conclusion: There was a
significant relationship the intensity of Instagram usage and cyberbullying
behavior, but no significant relationship was found between peer conformity and
cyberbullying behavior among adolescents.
Keywords: adolescents aged
13-15 years, cyberbullying, Instagram social media usage intensity, peer
community
Kata Kunci : cyberbullying, intensitas penggunaan Instagram, konformitas teman sebaya, remaja berusia 13-15 tahun