Laporkan Masalah

Konsep Usia Emas dan Kematian yang Baik Bagi Lansia pada Masyarakat Multikultural di Indonesia

PURI SWASTIKA GUSTI KRISNA DEWI, Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono Sp.KK(K).; Prof. dr. Sri Suparyati Soenarto Sp.A(K).; Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A

2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar belakang: Penuaan adalah bagian dari tahap kehidupan yang tidak dapat dihindari, seharusnya menjadi tahap penuh dengan kebahagiaan dan kepuasan yang dapat membuat lansia merasa berada dalam ‘usia emas’ yang mempersiapkan lansia untuk menghadapi kematian.

Tujuan: Mengeksplorasi konsep ‘usia emas’ serta kematian yang baik bagi lansia di tengah keragaman suku dan agama di Indonesia, sehingga dapat menyusun kebutuhan dan memfasilitasi lansia menjadi sejahtera dan bahagia secara holistik dalam menghidupi masa tuanya.

Metode: Penelitian ini menggunakan exploratory sequential mixed methods design, yakni kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan berurutan dalam waktu yang berbeda. Penelitian dilakukan di tiga lokasi; Kabupaten Cianjur, Kabupaten Pulang Pisang, dan Kabupaten Manggarai Barat. Total subjek penelitian adalah 566 responden; 86 subjek kualitatif dan 480 subjek kuantitatif. Pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, data kuantitatif didapat melalui survei. Data kualitatif dianalisis secara tematik, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan uji statistik ANOVA yang dilanjutkan dengan Pos Hoc Duncan.

Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan adanya perbedaan akan konsep usia emas dan konsep kematian yang baik antara lansia dan pendampingnya. Pada hasil kualitatif dan kuantitatif dari ketiga lokasi penelitian, ditemukan perbedaan perawatan gerontik yang berdampak bagi pemahaman konsep usia emas menurut lansia. Perbedaan akan konsep usia emas dan konsep kematian yang baik di ketiga lokasi dipengaruhi oleh faktor suku, budaya dan sosial ekonomi. Persamaan hasil kualitatif dan kuantitatif terlihat pada konsep usia emas dan konsep kematian yang baik menurut lansia antar agama di ketiga lokasi penelitian yang berbeda. 

Kesimpulan: Persamaan hasil kualitatif dan kuantitatif tentang konsep usia emas dan konsep kematian yang baik pada lansia terdapat dalam aspek agama. Sementara perbedaan hasil kualitatif dan kuantitatif yang didapatkan dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi dan budaya. Perlunya peningkatan kesiapan pemerintah untuk menyediakan fasilitas, program dan tenaga kesehatan yang memahami kebutuhan lansia guna terpenuhinya kebutuhan populasi lanjut usia di Indonesia yang kian meningkat. 

Background: Aging is an unavoidable part of life. It should be a stage full of satisfaction and happiness that made older adult feels they are living in ‘the golden years’ of their lives in preparation to approach death eventually.

Objective: To explore the concept of the ‘golden age’ and ‘a good death’ for older adult amidst the diversity of ethnicities and religions (multi-cultures) in Indonesia, in order to better prepare to meet the needs of older adult population. 

Method: This study employs an exploratory sequential mixed methods design, which integrates qualitative and quantitative methods. The research carried out in three locations; Cianjur, Pulang Pisang, and West Manggarai Regency. The total subjects are 566; 86 subjects in qualitative and 480 subjects in quantitative. Research datas are collected through in-depth interviews, field observations and surveys. Qualitative data were analyzed thematically, while the quantitative data were analyzed using ANOVA statistical test and Post Hoc Duncan analysis. 

Results: The result shows there are differences between older adult and their caretaker/family’s understanding of the concept of golden age and good death. Differences in three locations were found in gerontological care which had an impact on the understanding of the concept of golden age according to the older adult. Differences in the concept of golden age and good death in three locations are influenced by ethnic, cultural, and socio-economic factors. The similarities in the concept of golden age and the concept of good death in three locations are found in religion aspect even though its different religions.

Conclusion: The similarity of the concept of golden age and good death of three locations is found only in religion aspect. Meanwhile, the differences are found in the three locations of the concept of golden age and good death are heavily influenced by cultural and socio-economic factors. There are urgent need to provide facilities, specific health programs and most importantly health workers specialized in gerontic care to meet the increasing older adult population in Indonesia. 

Kata Kunci : lansia, usia emas, kematian yang baik, suku-budaya, multikultural

  1. S3-2025-468123-abstract.pdf  
  2. S3-2025-468123-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-468123-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-468123-title.pdf