Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan fungsi penggunaan lahan : Kasus daerah wisata desa Bandungan kecamatan Ambarawa kabupaten Dati II Semarang
Syafruddin Yasit, Drs.Soekadri, M.S.; Drs. Sujali, M.S.
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDesa Bandungan pada zaman kolonial Belanda yang mulanya merupakan tempat peristirahatan oleh pejabat¬pejabat perkebunan dari Semarang, Magelang dan Salatiga, pada tahun 1952 oleh Jawatan Kereta Api (PJKA) dibangun tempat peristirahatan dan pendidikan dengan fasilitas olah raga dan permainan anak-anak. Sejak inilah ber¬kembang mejadi tempat berlibur dan rekreasi, serta di¬ikuti dengan perkembangan pemanfaatan lahan untuk ber¬bagai kepentingan kepariwisataan seperti, untuk hotel dan sejenisnya, perdagangan, kebun bunga dan sayur, rumah makan dan warung serta aktivitas-aktivitas kepariwisataan yang lainnya. Dari Pelita T sampai Pelita V dengan adanya pem-biayaan pembangunan oleh pemerintah, serta didukung dengan kebijakan pengembangan wilayah wisata Jawa Tengah, perkembangan pemanfaatan lahan dalam arti ruang di Desa Bandungan ini semakin pesat dan nyata. Akibat dari per¬kembangan tersebut disatu sisi menuntut penyediaan lahan yang semakin meningkat dan berkembang, dan di sisi lain lahan untuk non kepariwisataan yang luasnya sempit perlu tetap dipertahankan. Akibat dari dua kepentingan tersebut pada gilirannya terjadi benturan kepentingan, dimana telah terjadi alih fungsi penggunaan lahan oleh 210 kepala keluarga dari lahan non kepariwisataan menjadi lahan untuk kepariwisataan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa¬kah yang mempengaruhi perubahan fungsi penggunaan lahan, apakah dalam hal ini faktor manusia (tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga yang bekerja, tingkat pendapatan) dan faktor fisik (letak dan luas) berpengaruh dalam per¬ubahan fungsi penggunaan lahan, dan faktor manakah yang paling berpengaruh. Metode yang digunakan adalah metode survai dengan teknik pengumpulan data secara sampel se¬banyak 105 kepala keluarga, yang diambil secara propor¬sional dari tiap-tiap dusun. Data primer diperoleh dengan menggunakan daftar pertanyaan dan data sekunder dari instansi-instansi yang terkait. Data dianalisa dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang serta uji statistikal metode kai kuadrat, analisis Pearson Product Moment dan dengan regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor yang paling mempengaruhi tingkat perubahan fungsi penggunaan lahan adalah tingkat pendidikan. Sedangkan luas pemilikan lahan, tingkat pendapatan dan jarak lahan dari pusat pasar pengaruhnya tidak seberapa, dan jumlah anggota keluarga yang bekerja malah boleh dikatakan tidak punya pengaruh terhadap tingkat perubahan fungsi penggunaan lahan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan luas pemilik¬an lahan, dimana anggota keluarga yang bekerja 3 orang atau lebih tidak lagi bekerja menggarap lahannya tetapi mencari nafkah di tempat lain seperti menjadi buruh, supir dan sebagainya.
-
Kata Kunci : Perubahan Penggunaan lahan,Lahan wisata,Kecamatan Ambarawa,Semarang,Jawa tengah