Laporkan Masalah

Kajian geografi terhadap rumah usaha di pinggiran kota di kecamatan Kalasan

Tjahjo Watjono, Prof. Dr. Bintarto

1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Sebagai daerah pinggiran kota, Keoamatan Kalasan telah membuktikan bahwa wilayah ini tidak hanya nyaman bagi tempat bermukim, namun juga potensial bagi kegiatan usaha perekonomian. Hal ini terbukti oleh adanya usaha ekonomi yarig berbentuk rumah usaha, baik yang diusahakan oleh penduduk pendatang maupun penduduk asli. Bagi studi permukiman sendiri hal ini merupakan fenomena menarik oleh karena rumah tidak hanya berfungsi sebagai basis sosial, tetapi juga berfungsi sebagai basis ekonomi. Hanya sekarang permasalahannya bagaimanakah kondisi rumah usaha yang dikelolah oleh penduduk pendatang dan asli, serta bagaimariakah perigaruh lokasi geografis terhadap usaha tersebut. Penelitian ini menggunakan metode rasional-empiris, dimana data tidak berfungsi untuk mengembangkan hipotesis melainkan hanya dimaksudkan urituk mengujinya. Hipotesis itu diturunkan dari kerangka pemikiran dengan kajian rasional dan dasar pikiran argumentatif dan teori keilmuan yang relevan. Untuk pengambilan sampel digunakan teknik Quota Sampling, dimana perbedaan wilayah diguriakari sebagai dasar perbandingan. Pengambilan sampel menggunakan metode tidak berimbang, dimana unsur-unsur satuan yang diambil dari tiap st•atum tidak harus berbanding dengan jumlah satuan-satuan elemente• dalam satuan yang bersangkutan, Setelah melalui uji statistik Tes Chi Kuadrat dan arialisa dengari metode deduksi berdasarkan teori keilmuan yang relevan akhirnya menghasilkan sebagai berikut : 1. Bahwa kegiatan usaha rumah usaha tidak lepas dari perigaruh perkembangan wilayah Keeamatan Kalasan sebagai daerah pinggiran kota. 2. Bahwa ternyata lokasi berperigaruh terhadap asal pengusaha, dimana lokasi di pinggir jalan raya di tempati oleh pengusaha pendatang, sedangkan di belakang jalan raya oleh penduduk asli. Penyebabnya adalah pengusaha pendatang merupakan perigusaha sejati, yarig menjadikan usaha rumah usaha itu sebagai kegiatan pokok, sehingga fakt•r lokasi merupakan faktor terpenting. Sebaliknya, bagi pengusaha asli usaha rurnah usaha ini hanya merupakan usaha sambilan. 3. Bahwa pengusaha yang berlokasi di pinggir jalan raya mempunyai tingkat pendapatan yarig lebih tinggi daripada yang di belakang jalan raya. Hal ini disebabkan jumlah konsumen yarig dapat dijaring lebih banyak. Selain itu, jeriis usaha di pinggir jalan raya ini adalah "hight order goods", sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada usaha dari jenis "low order goods". 4. Bahwa pengusa.ha pendatang mempunyai tingkat pendapatan yang lebih tinggi daripada pengusaha asli, oleh karena mereka tinggal di piriggir jalan raya.

-

Kata Kunci : Rumah usaha,Geografi ekonomi,Pinggiran Kota,Kalasan,Sleman,DIY

  1. S1-1991-2484-Tjahjo_Watjono-abstract.PDF  
  2. S1-1991-2484-Tjahjo_Watjono-bibliography.PDF  
  3. S1-1991-2484-Tjahjo_Watjono-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1991-2484-Tjahjo_Watjono-title.PDF